Polres Magelang Terjunkan Tim Selidiki Kasus Perentasan Running Text di Salaman

BNews–MUNGKID– Kasus perentasan Running Text di SMK Muhammadiyah Salaman Kabupaten Magelang terus didalami pihak kepolisian. Hal ini setelah Polres Magelang menerjunkan tim guna menyelidiki kasus tersebut.

Dimana diberitakan sebelumnyan running text papan informasi sekolah tersebut diretas dengan diubah kata-katanya menjadi makian kepada DPR.

Aksi peretasan itu viral lantaran di-share oleh banyak akun media sosial. Pihak sekolah kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Salaman pada Rabu, 14 Oktober 2020. Kemudian diteruskan ke Polres Magelang keesokan harinya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Magelang Ajun Komisaris Polisi Hadi Handoko mengaku sudah menerima laporan tersebut. “Ada (laporan), masih kami dalami,” katanya (16/10/2020).

Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait motif, pelaku, serta pasal yang akan diterapkan kepada pelaku jika tertangkap. “Masih kami dalami,” ujarnya.

Diketahui, running text SMK Muhammadiyah Salaman sebelumnya bertuliskan ‘Selamat Datang di SMK Muhammadiyah Salaman. Kompetensi Keahlian: Multimedia, Akuntansi Keuangan dan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, dan Tata Boga’.

Running text tersebut tiba-tiba berubah menjadi umpatan kepada DPR. “Kami tahunya dari warga masyarakat. Untuk (kejadian peretasan) pastinya kapan waktunya, hari apa, jam berapa kami belum tahu,” kata Kepala SMK Muhammadiyah Salaman Fahriza.

Loading...

Dia menyebutkan, papan running text sekolah sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun peristiwa peretasan baru sekali ini terjadi. Diduga, peretasan ini terkait dengan maraknya demo aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja belakangan ini.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saya berpikir secara pribadi, (kalau) itu mungkin pelakunya orang iseng, mungkin karena kemarin marak demo itu bisa jadi itu kesempatan dan itu pinggir jalan, niat mereka iseng-iseng mungkin. Kalau dari dalam sudah diklarifikasi sama Ketua PDM enggak mungkin, orang-orang kami, orang-orang dari Muhammadiyah enggak mungkin,” beber dia.

Pascakejadian, sekolah kemudian mematikan running text yang terpasang di gerbang masuk sekolah. Selain melapor ke Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang, sekolah juga melapor ke kepolisian.

Sejauh ini, PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang juga telah melakukan klarifikasi ke sekolah dan pihak-pihak terkait. Diduga, pelaku peretasan merupakan orang luar dan bukan dari internal sekolah.

“Tidak mungkin itu dilakukan warga Muhammadiyah. Cara seperti itu, bukan karakter Muhammadiyah. Muhammadiyah kalau memberikan kritik dan saran bersifat konstruktif dan beradab,” kata Ketua PDM Kabupaten Magelang Jumari.

Untuk menghindari kejadian serupa, Jumari mengimbau sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya untuk lebih ketat dalam mengawasi penggunaan media elektronik dan media sosial.

“Kami mengimbau sekolah-sekolah yang lain agar lebih ketat dalam mengawasi penggunaan media elektronik yang rawan diretas. Hal ini sebagai upaya antisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: