Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Pemerintah Siapkan Pembangunan Gedung Baru Lewat APBN

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Pemerintah Siapkan Pembangunan Gedung Baru Lewat APBN

  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025

BNews—NASIONAL— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan membangun ulang gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk hingga menewaskan 67 orang.

Keputusan ini diambil setelah hasil perhitungan menunjukkan bahwa membangun ulang jauh lebih efisien dibanding memperbaiki gedung lama.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebutkan, biaya perbaikan justru lebih besar dibanding membangun dari nol.

“Prakiraan saya, kemarin saya ke sana itu, bangunan yang warna hijau itu mesti lebih murah kalau dirobohkan. Ya dibangun baru dari nol, dari pada kita tambal sulam,” ujar Dody usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Kantor Kementerian PU Jakarta, Selasa (7/10), dikutip dari Antara.

Dody menegaskan pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran pembangunan gedung baru tersebut. Ia memastikan proyek ini akan didanai melalui APBN, meskipun peluang partisipasi pihak swasta tetap terbuka.

“Kalau soal anggaran, insyaallah cukup lah, insyaallah. Cuman dari APBN, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta. Cuma, sementara waktu dari APBN,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa pembangunan gedung ponpes sejatinya menjadi kewenangan Kementerian Agama, namun karena situasinya bersifat darurat, Kementerian PU akan turut menangani secara langsung.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kalau anggaran kan selama ini sebetulnya ponpes itu ada di Kementerian Agama. Cuma kan ini kondisi darurat. Yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membuka layanan hotline bagi masyarakat; yang ingin melaporkan kondisi bangunan sekolah atau pondok pesantren yang rawan ambruk. Nomor hotline tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Kita buka hotline, nanti dikasih tahu nomornya. Tolong disampaikan kepada masyarakat, pesantren-pesantren yang merasa rawan, konsultasi saja dengan hotline,” ujar Cak Imin, sapaan akrabnya.

Diketahui sebelumnya, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9) sore.

Saat kejadian, ratusan santri tengah melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan.

Hingga akhir pencarian, Selasa (7/10), Basarnas mencatat total korban berjumlah 171 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, sementara 67 orang meninggal dunia, termasuk 8 bagian tubuh (body part) yang ditemukan di lokasi kejadian. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less