PPKM Darurat, Lapak Kerajinan Batu Merapi Di Muntilan Sepi Pembeli

BNews–MAGELANG-– Diberlakukannya PPKM Darurat sangat berdampak kepada semua sektor ekonomi di masyarakat. Tidak ketinggalan para penjual kerajinan batu di sepanjang Jalan Magelang-Jogjakarta, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.

Beberapa hari setelah PPKM Darurat diberlakukan, deretan lapak kerajinan batu di wilayah tersebut tampak sepi pembeli.

Para pedagang hanya duduk-duduk di dalam kios. Menatap tumpukan cobek dan kerajinan batu lain di hadapan mereka. Sembari berharap ada pembeli mampir.

Eti, salah satu penjual kerajinan batu mengatakan, sejak PPKM Darurat penjualannya sangat sepi. Tak jarang, dalam sehari kiosnya nihil pembeli.

Dirinya juga terkadang hanya membuka kios selama setengah hari. Sementara setengah harinya lagi digunakannya  untuk membuat patung burung di rumah.

Ia sangat berharap patung tersebut laku setelah PPKM Darurat.

“Biasanya yang beli kijing (batu nisan) kan orang Jogja. Lah ini gimana mau beli kalau di perbatasan disuruh putar balik,” katanya.

Dirinya juga mengaku biasanya bulan Juni hingga Juli menjadi momen kenaikan penjualan kerajinan batu di kiosnya.

Selain momen Idul Fitri dan Tahun Baru, lanjutnya di waktu-waktu tersebut  banyak wisatawan masuk Magelang dan mampir berbelanja di kiosnya.

“Kemarin lebaran sepi. Sekarang masa libur anak sekolah juga sudah selesai. Ya, masih sepi begini,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: