Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PPMT  UNIMMA Di Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Fokus Dampingi UMKM

PPMT  UNIMMA Di Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Fokus Dampingi UMKM

  • calendar_month Jum, 13 Jan 2023

BNews–MAGELANG— Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) merupakan program Universitas Muhammadiyah Magelang, dimana mahasiswa yang bersangkutan di terjunkan langsung dalam lingkungan masyarakat. Saat penerjunan mahasiswa dibagi ke beberapa desa daerah Kota/Kabupaten Magelang, salah satunya yaitu Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Potensi Desa Sriwedari sangat melimpah, dikarenakan memiliki tanah yang subur sehingga banyak penduduk memanfaatkannya menjadi lahan pertanian, perkebunan, dan sejenisnya. Nantinya, hasil tersebut akan dikonsumsi sendiri, dijual, atau diolah kemudian dijual sebagai mata pencaharian mereka

Potensi yang ada di desa ini mendorong masyarakat Desa Sriwedari rata-rata bermata pencaharian sebagai wirausaha. Akan tetapi, mereka masih memiliki beberapa permasalahan dalam pengelolaan usahanya seperti pemasaran produk, teknik marketing, dan lain sebagainya.

Penduduk Desa Sriwedari yang berjumlah 4.441 jiwa, tak lepas dari permasalahan stunting yang saat ini menjadi isu nasional pemerintah Indonesia. Stunting merupakan masalah akibat kurangnya asupan gizi pada balita yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Berangkat dari permasalahan tersebut, topik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta stunting di Desa Sriwedari ini diangkat dalam program PPMT. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas kemandirian UMKM serta penanganan stunting di Desa Sriwedari.

Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) biasanya ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Dari data yang diperoleh dari Puskesmas Desa Sriwedari hingga saat ini, terdapat 28 anak yang terkena stunting. Harapannya seiring berjalannya waktu tingkat stunting di Desa Sriwedari menurun, selaras dengan program pemerintah dalam pemberantasan stunting.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Butuh pemantauan dari beberapa pihak terkait penanganan stunting mengenai pemenuhan gizi, untuk memudahkan pemantauan perlu dibuat suatu sistem monitoring stunting. Kader Pembangun Manusia (KPM) adalah warga masyarakat desa yang dipilih melalui musyawarah desa, yang berperan untuk membantu pemerintah Desa.

KPM juga berperan dalam memfasilitasi masyarakat dan membantu mencegah konvergensi stunting yang ada di Desa Sriwedari. Kewaspadaan akan peningkatan kasus stunting di Desa Sriwedari menjadi salah satu latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh UNIMMA.

Dalam menangani kasus stunting, sistem monitoring yang dilakukan oleh kader masih menggunakan metode manual atau masih menggunakan buku. Maka, dibuatlah sistem monitoring berbasis website yang akan digunakan untuk mengetahui perkembangan setiap anak dan mempermudah kader dalam penanganannya.

Terlepas dari masalah stunting, terdapat satu UMKM Desa Sriwedari yang menjual olahan makanan dari kentang bernama “Kering Kentang Dwi”. UMKM yang bertempat di Dusun Bebengan, berproduksi sejak tahun 2018 hingga kini, peminat produk ini mengalami pertambahan seiring berjalannya waktu.

Karena rasa yang nikmat dan harganya terjangkau yang mana dibandrol kisaran Rp15.000 hingga Rp45.000, tak heran jika banyak peminatnya. Terlebih lagi, ketika menjelang lebaran Kering Kentang Dwi banjir orderan, hingga Dwi merekrut dua orang untuk membantu produksinya.

Pada UMKM Kering Kentang Mbak Dwi mengalami beberapa kendala dalam pemasaran produk, teknik marketing, serta lokasi yang kurang strategis. Jangkauan pemasaran yang sempit dikarenakan promosi produk hanya dilakukan di whatsapp dan orang-orang sekitar.

“Saya kurang mengerti tentang teknologi dalam penjualan produk saya di online shop. Selain itu, sebenarnya saya memiliki kendala terkait lokasi yang kurang strategis”, ujar Dwi mengenai masalah yang dialaminya.

Selain itu, pembuatan iklan Kering Kentang Dwi kurang menarik konsumen untuk membeli produk. Dilatarbelakangi kendala tersebut, melalui program PPMT akan membantu memecahkan masalah yang dialami oleh Kering Kentang Dwi.

Dengan membantu dalam pemasaran melalui online shop, membantu pembuatan desain produk, hingga membantu mengajarkan teknik marketing yang baik dan benar. Banner produk kering kentang juga akan dibuat dengan harapan mempermudah orang/pelanggan dalam mencari alamat Dwi. (adv)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less