Pria Sebatang Kara Di Wonosobo Menggigil, Tak Ada Warga Berani Mendekat

BNews—WONOSOBO— Epidemi virus korona yang merebak dengan sangat cepat membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap diri sendiri dan lingkungan. Tidak sedikit dari mereka menjadi paranoid hingga menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan antarsesama.

Saking takutnya terhadap covid-19, orang yang sebenarnya sakit biasa kerap dicurigai terinfeksi virus korona. Hal ini benar-benar terjadi dan dialami Sudirman, 70. Kakek asal Dusun Pawulon, Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo ini ’dicuekin’ warganya ketika sakit.

Sudirman pada suatu waktu jatuh sakit. Badannya lemas. Tubuhnya panas. Pria sebatang kara di rumahnya ini sampai menggigil. Dalam kondisi demikian, ia mestinya butuh pertolongan segera.

Tetangga terdekat hingga keluarganya yang mengetahui dan sesungguhnya ingin menolong Sudirman memutuskan mengurungkan niat mulia itu. Bahkan anak Sudirman yang rumahnya bersebelahan pun tidak berani menolong orang tuanya sendiri.

Mereka terlanjur mengira sang kakek sakit dengan gejala korona. Menjaga jarak dan tidak ada kontak fisik adalah pilihan terbaik. Warga memutuskan menghubungi petugas dan melaporkan bila ada warga yang sakit dengan dugaan gejala korona.

Andai petugas datang tidak tepat waktu untuk menolong, mungkin nasib Sudirman yang malang akan lain jalan ceritanya.

”Bhabinkamtibmas Desa Gondowulan, Bripka Gigih Setyaji beserta Babinsa Sertu Efendi segera menuju ke lokasi pelapor untuk menengok keadaan Kakek Sudirman dan membawanya ke Puskesmas Kepil,” kata Kapolsek Kepil Iptu Mus Subadi, belum lama ini (6/4).

Baca juga: Akibat Virus Corona Lubang di Lapisan Ozon Tertutup Kembali

Para petugas datang dengan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) seadanya. Mereka memanfaatkan jas hujan untuk melindungi diri mereka. Karena yang paling penting adalah secepat mungkin segera mengevakuasi Sudirman.

Petugas meminjam mobil ambulans Desa Gondowulan untuk menjemput dan membawa Sudirman ke Puskemas. Saat proses evakuasi, suasana sekitar rumah pun lengang.

Suasana saat itu mirip dengan proses evakuasi pasien covid-19. Tidak terlihat ada warga yang mendekat karena ketakutan. Ada tetangga yang hanya mengintip lewat jendela rumah, tanpa berani keluar.

Setibanya di Puskesmas Kepil, tubuh pengantar pasien langsung disemprot disinfektan untuk membunuh kuman atau virus yang mungkin menempel. Begitu juga dengan mobil ambulansnya.

”Petugas disemprot disinfektan, mobilnya juga setelah membawa pasien,” ungkapnya.

Mereka akhirnya bisa bernapas lega. Usai berjibaku dengan proses evakuasi yang berat dan menegangkan. Dari hasil pemeriksaan petugas medis Pukesmas Kepil menyebut Sudirman bukan terpapar virus korona.

”Sudirman hanya menderita masuk angin biasa dan tidak perlu menjalani rawat inap. Pasien dibawa pulang kembali,” terang dia.

Mus Subadi mengimbau, masyarakat agar tidak takut yang berlebihan terhadap wabah korona. ”Asal mengukuti prosedur yang dianjurkan pemerintah, masyarakat akan aman,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: