Akibat Virus Corona, Lubang Di Lapisan Ozon Tertutup Kembali

BNews—NASIONAL— Pandemi global virus korona atau dikenal sebagai covid-19 jelas telah membuat khawatir penduduk bumi. Banyak negara dunia melarang warganya untuk beraktifitas di luar rumah untuk memotong mata rantai penularan virus.

Seiring berjalannya kebijakan tersebut, secara tidak terduga memberikan dampak yang signifikan dalam pengurangan polusi udara di bumi. Secara nyata planet bumi kembali bernapas dengan berkurangnya aktivitas manusia dalam beberapa pekan terakhir.

”Saat ini lapisan ozon bumi semakin tertutup. Lalu apakah ini menjadi pertanda buruk bagi kelangsungan bagi makhluk hidup di seluruh dunia? Tentu tidak,” kata Antara Banerjee, CIRES Visiting Fellow di University of Colorado Boulder.

”Sebaliknya, ozon yang tertutup menandakan bahwa kondisi bumi mulai membaik,” sambung pria yang juga bekerja di National Oceanic and Atmospheric Administration.

Banerjee menjelaskan, lapisan ozon merupakan perisai pelindung di stratosfer bumi. Yang berfungsi menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet yang dipancarkan matahari.

Tertutupnya ozon berperan dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pemanasan global. ”Tanpa lapisan ozon, semua makhluk yang ada di bumi takkan bisa bertahan hidup,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)
Loading...

Seorang ilmuwan Iklim dan pendiri Institut Pasifik di Berkeley, California, Peter Gleick, melakukan pengamatan selama dua bulan terakhir. Tiongkok dan Italia telah memperlihatkan penurunan aktivitas manusia yang kerap menyebabkan polusi.

Pabrik industri dan tansportasi massal untuk sementara waktu berhenti beroperasi karena dianggap sebagai media penularan COVID-19. Hal ini menyebabkan kondisi alam dari planet yang dihuni manusia ’bernapas’ kembali.

”Kemudian bagaimana kualitas air di kanal Venesia terlihat kembali jernih, tanpa adanya lalu lintas kapal yang berlalu-lalang,” ungkapnya.

Ungkapan Planet Bumi bernapas, dapat disimak dari visualisasi digital berdasarkan proyeksi satelit Amerika Serikat (AS) yang mengukur tingkat kesehatan vegetative di bumi. Animasi visiual yang diberi nama ’Breathing Earth’ ini memberi kesan bagaimana bumi tengah bernapas. Peta digital ini memperlihatkan kehijauan bumi selama empat musim terakhir.

Menurut Peter, keadaan semacam ini mungkin sebuah proyeksi tersendiri dari bumi yang kembali bernapas di saat pandemi COVID-19. Citra satelit dari sejumlah negara juga menunjukkan hal serupa, bagaimana tingkat polusi di bumi menurun cukup drastis.

”Bisa saja di kemudian hari, udara bersih ini mampu menyelamatkan lebih dari 73 ribu nyawa yang tinggal di bumi saat ini. Angka itu tentu akan melewati jumlah kematian yang diakibatkan oleh virus korona,” ungkapnya. (han)

Kaos Deglang
8 Comments
  1. Ugik says

    Kok berita ini aneh. Di media lain, seperti Kumparan, tidak menyebut bahwa ozon membaik karena Corona. Namun karena perjanjian montreal tahun 1987. Selama perjalanan bertahun-tahun itu, akhirnya ozon berproses dan menutup. Jangan ngada-ngada bos diakitkan dengan corona.

  2. indah pratiwi sukses selalu says

    Sebelum anda menjudge orang lain mengada-ada, mending ditanyakan dahulu.sumber penulisan artikelnya, mas bro.
    Hahah… itu masukan aku buat ugik.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: