Program Gerakan Ayo Rukun, Langkah Pemprov Jateng Cegah Kekerasan di Sekolah
- calendar_month Sab, 18 Nov 2023

Cegah Kekerasan di Sekolah, Pemprov Jateng Semarakkan Gerakan Ayo Rukun
BNews-JATENG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan upaya untuk mencegah potensi terjadinya kekerasan di sekolah. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan meluncurkan program Gerakan Ayo Rukun.
Program ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng dan akan diluncurkan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, pada tanggal 25 November 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Guru.
Nana menyatakan bahwa selain kekerasan anak dan perempuan, kekerasan di lingkungan pendidikan juga menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.
“Pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan ini harus dilakukan dengan serius. Tidak sekadar gerakan atau slogan saja, tetapi harus ada tindakan nyata,” ujar Nana saat menerima laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah di kantornya pada hari Jumat, 17 November 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa Gerakan Ayo Rukun merupakan implementasi dari Permendikbudristek Nomor 46 tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Uswatun menjelaskan bahwa Ayo Rukun adalah akronim dari Aksi Gotong Royong Berantas untuk Kekerasan dan Perundungan. Gerakan ini saat ini sudah berjalan di 19 sekolah yang telah mendeklarasikan komitmen untuk mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.
“Gerakan ini melibatkan berbagai pihak seperti masyarakat, kepala sekolah, guru, staf, dan siswa sebagai agen perubahan,” jelas Uswatun.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Menurutnya, gerakan ini adalah tindakan konkret yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai langkah preventif untuk mengatasi kekerasan di sekolah atau lingkungan pendidikan. Hal ini dikarenakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah masih cukup tinggi, dan kekerasan di sekolah juga masih sering terjadi. Berdasarkan data DP3AK2KB Jateng pada bulan Juli 2023, terdapat 23 siswa di satuan pendidikan yang menjadi korban kekerasan.
“Harapan dari Gerakan Ayo Rukun ini adalah menciptakan suasana yang menyenangkan dan kondusif di sekolah sehingga tidak ada diskriminasi di dalamnya,” tuturnya.
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 46 tahun 2023, terdapat enam jenis kekerasan yang sering terjadi di satuan pendidikan, antara lain kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan. (*/ihr)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar