Puluhan Siswa SMPN Di Magelang Diduga Keracunan Usai Makan Bergizi Gratis
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026

ilustrasi siswa dan guru keracunan massal karena MBG
BNews-MAGELANG – Puluhan siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 10 Kota Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Total terdapat 75 siswa serta lima guru dan karyawan yang mengalami keluhan kesehatan.
Gejala keracunan muncul setelah para siswa dan guru menyantap menu MBG pada Rabu (21/1/2026) siang. Sejumlah korban mulai merasakan muntah dan diare sejak Kamis pagi hingga siang hari.
Kepala SMPN 10 Kota Magelang, Sri Mulyani, menyebut reaksi gangguan kesehatan muncul sekitar 15 jam setelah makanan dikonsumsi.
“Reaksinya 15 jam,” kata Kepala SMP N 10 Kota Magelang, Sri Mulyani, kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026).
Menu MBG yang Dikonsumsi
Sri menjelaskan, paket makanan yang diterima sekolah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejowinangun Utara terdiri dari semangka, tempe crispy; telur puyuh saus mentega dan cah sayur.
Setelah laporan keluhan kesehatan meningkat, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk penanganan medis.
“(Hari ini) beberapa sudah masuk sekolah,” ujar Sri.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Magelang juga mengambil sampel makanan guna dilakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Diketahui, SMPN 10 Magelang telah menerima program MBG sejak 10 Desember 2025 dengan total 680 penerima manfaat, mencakup siswa, guru, dan karyawan.
Namun, menyusul insiden ini, distribusi makanan program MBG ke sekolah tersebut dihentikan sementara sejak Jumat (23/1/2026) sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kepala SPPG Rejowinangun Utara, Tri Adi Prakoso, belum memberikan keterangan rinci.
“Kami menunggu hasil (uji) lab,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Istikomah, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Dinas Pendidikan Minta Evaluasi Serius
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menegaskan insiden ini harus menjadi bahan evaluasi, khususnya terkait keamanan pangan.
“Kami sangat berharap MBG berjalan sukses, lancar. Tapi, kaitannya dengan jaminan kesehatan dan keamanannya secara higienis harus tetap terjaga,” katanya.
Pihaknya berharap program MBG tetap dapat berjalan optimal, namun dengan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi, demi menjamin keselamatan peserta didik. (*/kompas)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar