Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Puluhan Umat Tri Dharma Ikuti Ritual Keng Hoo Ping di TITD Liong Hok Bio Magelang

Puluhan Umat Tri Dharma Ikuti Ritual Keng Hoo Ping di TITD Liong Hok Bio Magelang

  • calendar_month Rab, 6 Sep 2023

BNews—MAGELANG— Puluhan umat Tri Dharma di Kota Magelang mengikuti upacara ritual Keng Hoo Ping/Ulambana dan pelimpahan jasa. Kegiatan dilaksanakan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Kota Magelang pada hari ini, Rabu (6/9/2023).

Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio, Gunawan mengatakan bahwa sembahyang ini dilaksanakan pada tanggal 22 bulan ke-7 penanggalan Imlek.

“Kita melaksanakan upacara Keng Hoo Ping atau istilah awamnya sembahyang rebutan. Itu ditujukan untuk semua arwah baik yang terawat atau tidak, berbentuk atau tidak, memiliki keturunan atau tidak, semuanya kami berikan makanan dan minuman dan sebagainya,” katanya di sela sela kegiatan upacara ritual hari ini, Rabu (6/9/2023).

Dia menjelaskan pelaksanaan hari ini dipimpin secara Buddha dan Konghucu. Untuk sembahyang Buddha dipimpin oleh Bhikku Sasana Bodhi dan Konghucu dipimpin oleh Bunsu Aji Candra.

”Kalau secara Taoisme, sudah dilakukan satu minggu lalu dipimpin oleh Ardian Chang,” jelasnya..

Umat Tri Dharma melaksanakan upacara ritual Keng Hoo Ping/Ulambana dan pelimpahan jasa di TITD Liong Hok Bio, Rabu (6/9/2023)

Lanjut Gunawan, sebanyak 226 umat menitipkan nama-nama leluhurnya yang ditempel di papan yang sudah disediakan. Ada lebih dari 800 nama leluhur yang ditempel.

“Maksud upacara ini sebagai laku bakti dari anak-anak untuk orang tua, leluhur karena tanpa mereka kami tidak ada,” jelasnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Gunawan menyebut, upacara sembahyang kepada leluhur memang dilakukan secara rutin tiga kali dalam setahun. Yakni pada saat Imlek, kemudian perayaan Ceng Beng, dan pada bulan ketujuh Imlek.

“Jadi lebih kepada laku bakti, mengucap terima kasih kepada para leluhur,” imbuhnya.

Papar Gunawan, sembahyang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan. Di awali sembahyang Tri Dharma, kemudian pembacaan paritta suci secara Buddhis. Selanjutnya pembacaan doa secara Konghucu.

“Dilanjut lagi pembacaan paritta dan diakhiri pembakaran miniatur kapal dan rumah. Kapal itu ibaratnya sarana/angkutan untuk yang sudah diberi makan, persembahan ya silahkan kembali ke tempatnya. Rumahnya ini supaya di sana, arwah ini mendapat tempat yang layak,” paparnya.

Tambahnya, dalam upacara ritual Keng Hoo Ping/Ulambana dan pelimpahan jasa ini, pihaknya menyiapkan dua meja untuk sajian makanan yang diperuntukkan bagi leluhur. Ada tiga jenis daging yang disajikan di satu meja yakni daging ayam, ikan bandeng dan daging babi. Dan meja lainnya makanan vegetarian. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less