Panwaskab Magelang Bentuk Tim Gabungan Untuk Membersihkan APK

BNews—MUNGKID— Masih banyaknya beredar Baliho program pemerintah bergambar calon Bupati Magelang ataupun Alat Peraga Kampanye (APK) belum berijin membuat Panwaskab Magelang membentuk tim gabungang (26/2). Tim Gabungan ini yakni dari pihak Panwaskab Magelang bersama Satpol PP Magelang nantinya akan membersihkan APK di seluruh pelosok Kabupaten Magelang.

 

 

Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Fauzan Rofikun menerangkan bahwa Panwaskab Magelang bersama Satpol PP Kabupaten Magelang membentuk sebanyak tiga tim.”Nanti Tim1 akan dipimpin oleh Komisioner Panwaskab Fauzan Rofikun, Tim 2 dipimpinan Komisioner Panwaskab Aini Sumarni Chabibah dan tim 3 dipimpin MH Habib Shaleh,” katanya (27/2).

 

Setiap tim akan diperkuat empat anggota Satpol PP, Polri, Panwascam dan Panwasdes.”Ketiga Tim ini dijadwalkan akan membersihkan APK di 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang, dari data kami sebanyak 210 Baliho dan APK hamper 50 % lebih sudah turun namun kita ingin membersihkan semuanya agar sesuai peraturan,” paparnya.

 

Sementara Kordiv SDM dan Organisasi Sumarni Ainy Chabibah mengungkapkan baliho program pemerintah bergambar paslon melanggar pasal 70 PKPU 4 2017.”Pasal tersebut berbunyi  paslon gubernur dan bupati dilarang memasang alat peraga kampanye menggunakan program pemerintah daerah selama masa cuti kampanye,” katanya.

 

“Panwas dan Satpol PP akan bertindak adil dan transparan dalam penertipan APK. APK yang melanggar akan kami tertibkan karena tidak sesuai peraturan KPU,” tandasnya.

 

Sedangkan Ketua Panwaskab Magelang MH Habib Shaleh mengungkapkan pihaknya sudah lebih dulu menempuh upaya persuasif sebelum melakukan penindakan pelanggaran kampanye.”Langkah ini dengan cara mengirim surat dan berkomunikasi secara langsung kepada semua pihak terkait,” katanya.

 

“Penertiban APK ini diharapkan mampu menciptakan situasi kondusif selama pelaksanaan Kampanye,” imbuhnya.

 

Habib menambahkan, Bahwa kami akan merasa sangat bangga apabila pihak pemasang melepaskan sendiri APK mereka, Namun kita akan selalu  mengajak semua pihak untuk menaati peraturan KPU, Perbawaslu dan UU no 10 Tahun 2016,” imbuhnya.

 

“Kami sangat apresiasi kepada PJ Bupati Magelang Tavip Suprianti dan Sekda Eko Triyono yang memberikan intruksi kepada seluruh Kepala SKPD, Puskesmas, Camat dan pihak jajaran lainnya untuk melepas sendiri baliho maupun spanduk mereka,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: