Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Rame Di Twitter, Curhatan Korban Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur Di Wonosobo

Rame Di Twitter, Curhatan Korban Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur Di Wonosobo

  • calendar_month Rab, 2 Feb 2022

BNews–WONOSOBO–   Belum lama ini viral cuitan twitter yang diunggah oleh akun @revanya1212 terkait curhatan seorang anak usia dibawah umur di Wonosobo. Dimana anak itu  menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri.

Akibatnya, korban menglami depresi hingga melakukan selfharm atau menyakiti diri sendiri dan melakukan percobaan bunuh diri.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Mohamad Zazid, membenarkan adanya kejadian tersebut yang diduga terjadi sekitar 3 sampai 4 tahun yang lalu.

“Tim Polres sudah rapat dengan Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA). Kejadian dugaan cabul terjadi 3 sampai dengan 4 tahun lalu, saat keduanya masih kecil. Info dari psikolog yg pernah mewawancarai korban,” ujar AKP Mohamad Zazid. (1/2/2022). dikuitip tvone.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo; Dyah Retno Sulistyowati mengatakan korban sempat mengalami trauma yang mendalam akibat kejadian tersebut bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri.

“ Korban mengalami trauma dan bullying yang mendalam, sehingga sering melakukan selfharm; yaitu dengan mencoba membenturkan kepala di dinding; mengkonsumsi obat melebihi dosis dan percobaan bunuh diri,” ungkap Dyah.

Dyah menambahkan, pada bulan November 2021 lalu, ia sudah menerima laporan terkait kasus tersebut. Dan korban kini sudah dalam penanganan oleh tim psikolog PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Korban kini sudah ditangani oleh tim psikolog dari dinas kami,” beber Dyah.

Tak hanya itu, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut Dyah juga telah melakukan koordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonosobo; dan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga untuk merumuskan langkah penanganan lebih lanjut.

“ Hal penting yang harus kita jaga adalah korban dan terduga pelaku, karena keduanya masih usia anak. Kami telah mengkoordinasikan dengan jajaran Disdikpora dan Polres Wonosobo untuk merumuskan upaya terbaik yang harus dilakukan, jangan sampai keduanya putus sekolah,” bebernya.

Ia juga mengingatkan untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA), agar tidak timbul informasi dan pernyataan yang bisa memperburuk keadaan.

“Jangan sampai hal-hal yang kita perbincangkan justru menambah kondisi trauma yang mendalam bagi korban, memperburuk kondisi psikologi korban maupun terduga pelaku dan keluarga, kami akan terus berjejaring dengan jajaran perangkat daerah terkait, pihak berwenang dan organisasi atau lembaga pegiat isu anak untuk mengawal dan menangani kasus ini sampai dengan tuntas,” pungkasnya.

Dyah mengingatkan kepada seluruh orang tua sebagai support system untuk selalu dekat dan melindungi anak-anak dari potensi dan ancaman kekerasan terhadap anak. (*/tvone)

About The Author

  • Penulis: BNews 5

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less