Ratusan Pengusaha Tahu Tempe Magelang Gruduk Kantor DPRD, ini Tuntutannya
- calendar_month Jum, 25 Mar 2022

BNews–MAGELANG–– Ratusan perajin tahu tempe Magelang lakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Kabupaten Magelang (25/3/2022). Mereka melakukan orasi bahkan aksi theaterikal karena harga bahan baku tinggi.
Korlap Aksi, Yunis Setiawan mengatakan bahwa perajin yang ikut demo ini kebanyakan dari Desa Mejing Kecamatan Candimulyo.
“Di Desa kami ada sekitar 200 pabrik perajin tempa, yang rata-rata pekerjanya 7-10 orang tiap pabrik. Dan karena harga Kedelai naik hampir 30 persen pabrik gulung tikar,” katanya kepada awak media.
Yunis mengungkap bahwa saat ini harga Kedelai tembus Rp 12.500 per kilonya. Dimana sebelumnya sekitar Rp 6700- Rp 7000 per kilonya.
“Kenaikan harga ini sudah berjalan setahun belakangan ini. Beberapa upaya untuk memangkas cost produksi sudah dilakukan, namun ujungnya kita yang rugi. Sekarang tahu satu bungkus dijual Rp 2500 kita tidak dapat untung, mau dijual Rp 3000 per bungkus nanti pasar dan pembeli tidak mau. Tahu tidak laku hanya terbuang percuma karena tidak ada pengawetnya,” paparnya.
Dalam aksi tersebut, Yunis mengaku menyampaikan sejumlah tuntuan langsung ditunjukan kepada Presiden Joko Widodo. Dan meminta tolong kepada Anggota DPRD Kabupaten Magelang dan Pemkab untuk meneruskan.
Terdapat empat tuntutan inti yang disampaikan para pengunjuk rasa. Pertama meminta presiden memperhatikan secara komprehensif terhadap pluktuasi harga bahan baku tahu tempe yang cenderung melambung.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Kedua meminta kepada presiden membuat kebijakan tata niaga kedelai dan minyak goreng serta bahan pokok lainnya. Ketiga, meminta segera ditanggulangi kenaikan barang pokok masyarakat yang dipicu oleh melambungnya harga kedelai dan minya goreng.
Terakhir, mempercepat proses infestigasi dengan adanya indikasi sabotase dan penyimpangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, para perajin memberikan tuntutan lain kepada Bupati Magelang, Gubernur Jawa Tengah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya berharap semua tuntutan tersebut dapat ditindak lanjuti secepatnya akar masyarakat, khususnya perajin tahu tempe bisa kembali normal,” tandasnya.
Selanjutnya, 15 perwakilan pengunjuk rasa diterima audiensi dengan anggota DPRD dan perwakilan Pemkab Magelang.
Dan ditemui oleh Wakil Ketua DPRD, Suharno didampingi anggota Komisi II DPRD kabupaten Magelang. Sementara dari Pemkab terdapat beberapa kepala Dinas dan Bagian hadir, seperti Disperindag, Dispeterikan, Bagian Ekonomi dan lainnya.
Suharno sendiri menyampaikan bahwa pihaknya akan menyampaikan keluh kesah para perajin tempa tahu ini ke Presiden melalui mekanisme tingkatannya.
“Salam hormat kami DPRD kepada kawan kawan ini, dan apresiasinya akan kami upayakan diteruskan ke tingkatan atasnya,” ujarnya.
Sementara, Gunawan selaku Wakil Komisi II DPRD Kabupaten Magelang menambahkan terdapat beberapa hal penting yang harus segera atau cepat dilakukan. “Pertama yang ahrus cepat adalah tata niaga kedelai di Magelang. Dan sampai hari ini sinergitas Polri dan Pemda sudah ada tinggal kita tingkatkan, sehingga tidak ada istilah kartel kartel minyak goreng atau kedelai di Magelang,” ungkapnya.
Dan kedua, lanjut Gunawan adalah soal restruktur pinjaman bagi para pelaku usaha ini. “Ya pinjaman dari Bank Jateng atau Bank milik Pemkab Bapas bisa dibikin ringan untuk para perajin ini. Misal bunga lunak atau seringan ringannya, bahkan bisa bunga disubsidi pemerintah,” ungkapnya.
Ketiga, adalah operasi pasar yang dikira kurang tepat sasaran. “Operasi pasar minyak goreng atau kedelai harus tepat kepada perajin tahu tempa, namun dengan database jelas. Dua tahun kami komisi dua DPRD minta ke Disperindag belum diberi-beri, ada tidak database UMKM,” pungkasntya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar