Ratusan Seniman Gelar Ruwatan di Candi Borobudur

BNews—BOROBUDUR- Dalam rangka nguri uri tradisi dan budaya, ratusan seniman di Kabupaten Magelang menggelar kegiatan ruwat rawat Borobudur (RRB). Acara ritual itu digelar di komplek Candi Borobudur pagi tadi (9/2/2020).

Kegiatan yang dipelopori  Brayat Panangkaran Borobudur dimulai dengan menggelar parade budaya dari halaman sekretaritat Brayat Panangkaran.

Ratusan seniman dari berbagai kelompok mengiringi gunungan hasil bumi yang berada di barisan terdepan. Proses dibuka secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto.

“Untuk tahun ini RRB akan berlangsung dari 9 Februari hingga 18 April di berbagai lokasi,” kata Penginisiasi Ruwat Rawat Borobudur, Sucoro.

Memasuki usia 17 tahun, RRB telah menjadi ruang komunikasi antara pelestarian cagar budaya Candi Borobudur dan pariwisata. Pagelaran RRB tahun 2020 akan digelar di lebih dari 10 lokasi wilayah Kabupaten/ Kota Magelang, Temanggung, dan Purworejo.

Hajatan tahunan yang terus dilestarikan ini, terang Sucoro, telah menjadi bukti dalam RRB kearifan lokal masyarakat di lereng Gunung dapat terjalin harmonis dengan pengembangan pariwisata yang berbasis modern. Karena modal ruwatan tradisi Jawa adalah paseduluran, sehingga RRB terus berkembang hingga 17 tahun

Ketika kota melupkan tradisi, lanjutnya, RRB efektif menjadi ruang ‘nguri-uri’ kebudayaan dan pariwisata, ajang silaturahmi kumpul sedulur. Hajatan RRB juga menjadi ruang murni masyarakat agraris dalam mempertahankan jati diri kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata Borobudur.

Loading...

“Menguatkan pariwisata tetapi tidak melupakan budayanya. Keberadaan Borobudur sebagai refleksi masa lampau dimana budaya menjadi industri pariwisata,” tegas Sucoro.

Selain menggelar pentas budaya ratusan seniman tari tradisional, RRB juga menggelar aksi sosial berupa pembagian aneka jenis sayuran hasil sumbangan dari para petani dilereng Gunung Sumbing. Jumlah sayuran yang dibagikan mencapai 2 ton lebih. 

Para seniman gunung ini juga melakukan konservasi alam yakni dengan menanam sekitar 12 ribu bibit tanaman di semua desa yang menggelar pentas RRB. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: