Ratusan Siswa Kelas 9 MTSN 1 Magelang Batal Ujian Demi Cegah Corona

BNews—BOROBUDUR— Mengantisipasi potensi penularan Virus Korona, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Magelang menunda Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK), 16-18 Maret 2020. Selain mengundur waktu ujian, pihak sekolah juga meliburkan siswa kelas IX yang berjumlah 355 orang.

Kepala MTs N1 Magelang Gunartomo mengatakan, penundaan ujian tersebut tidak lepas dari instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Yakni surat edaran nomor

440/0005942 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID -19) di Jateng.

”Surat kami dapat dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah yang mengikuti kebijakan dalam surat edaran Pak Gubernur Ganjar Pranowo,” kata Gunartomo, Senin (16/3).

Meski siswa kelas IX libur ke sekolah, bukan berarti mereka bisa santai di rumah. Mereka tetap akan mendapatkan materi pendalaman via online.

”Mereka tetap mengerjakan soal-soal yang akan disediakan sekolah. Kita kan ada buku-buku UAMBN,” terangnya.

Baca juga: Waspada Corona Siswa MTSN 1 Magelang Tetap Masuk, Ini Alasannya

Ia menerangkan, sejatinya para siswa akan melaksanakan tiga mata ujian dalam tiga hari. Seperti hari pertama ini dijadwalkan melaksanakan ujian Alquran-Hadis, hari kedua ujian fakih dan hari terakhir Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

”Tapi ternyata ditunda hingga waktu belum ditentukan. Padahal sarana prasarana ujian telah kami siapkan,” terangnya.

Masih menurut dia, saat ini dirinya telah menyiapkan tiga ruang laboratorium. Masing-masing lab berisi 36 unit komputer dengan kouta 34 siswa persesi. Sedang ujian setiap hari dibagi menjadi tiga sesi.

”Untuk sementara, dari komputer yang tidak terpakai untuk ujian ini akan kami manfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar jarak jauh dengan siswa menggunakan WhatsApp Web,” imbuhnya.

Salah satu proktor MTs N1 Magelang, Faizin Mustofa, 30, mengaku telah berada di ruang ujian sejak sebelum jam sesi pertama berlangsung. Ia menjelaskan, meski sudah mengetahui ujian ditunda, dirinya tetap melakukan pengecekan terhadap perangkat pendukung ujian.

”Tadi saya mencoba menyalakan server. Memastikan kondisi. Tetapi semua komputer tidak dinyalakan karena tidak dipakai,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, beberapa pengawas silang yang bertugas mengawasi UAMBN BK terlihat kebingungan. Saat tiba di MTS N1 Magelang mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan setelah mengetahui ujian benar-benar ditunda. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: