Waspada Corona Siswa MTSN 1 Magelang Tetap Masuk, Ini Alasannya

BNews—BOROBUDUR— Hari pertama libur sekolah akibat pandemi Virus Korona, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Magelang memilih mewajibakan seluruh siswanya bersekolah, Senin (16/3). Ratusan siswa kelas VII, VIII dan IX sengaja diminta berangkat sekolah bukan untuk mendapatkan pelajaran kelas, melainkan diberikan sosialisasi. Baik tentang Korona hingga penjelasan tentang libur sekolah yang sesungguhnya.

Pantauan Borobudur News di lokasi, tidak kurang dari 971 siswa mulai datang memasuki gerbang sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Para siswa sudah disambut para guru di lorong menuju halaman sekolah.

Tidak seperti biasa, antara guru dan siswa kali ini melakukan salam tanpa berjabat tangan. Siswa kemudian diminta mengantre untuk disemprotkan sabun cair pada telapak tangan sebelum dibilas air bersih.

Siswa tidak langsung masuk ke kelas, melainkan diarahkan menuju lapangan. Mereka berkerumun berbaris rapi perkelas seperti akan melakukan upacara bendera setiap hari Senin.

Namun pagi tadi, tidak ada pengibaran bendera. Hanya ada guru pembina yang berdiri dihadapan ratusan siswa menyampaikan sosialisasi tentang Korona, cara penularan hingga teknik pencegahan. Sekolah kembali menegaskan bahwa siswa tidak libur namun tetap melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dengan sistem pembelajaran di rumah.

”Ini perlu kami lakukan untuk memberikan pemahaman secara langsung kepada siswa tentang apa itu Virus Korona dan maksud sekolah libur selama dua pekan ke depan,” tutur Kepala MTs N1 Magelang, Gunartomo.

Gunartomo tidak menampik, bila langkah yang diambil untuk memberangkatkan seluruh siswa disaat hari libur berpotensi menjadi polemik masyarakat. Ia menegaskan, dasar kebijakan tersebut sesuai dengan arahan Kankemenag Kabupaten Magelang untuk memberangkatkan siswanya sebentar saja.

Loading...
Baca juga: Ini Hasil Tracking Jejak Pasien Positif Corona di Magelang

”Kami berani melangkah karena ada instruksi dari Kasi Penma Kankemenag Kabupaten Magelang, Hendy Riyanto via japri WhatsApp,” ungkapnya.

”Mengingat surat edaran terbit di hari ahad (15/3) dan pemberian libur mulai hari senin. Di sisi lain guru harus memberikan tugas kepada siswa. Maka di hari senin pagi, siswa hadir untuk diberi tugas/LK/Modul dan selanjutnya dipastikan siswa pulang ke rumah masing-masing maksimal jam 08.00 WIB,” terang dia mengutip perintah Hendy.

Seorang guru membantu menyemprotkan sabun cair ke tangan siswa.

Sosialisasi tersebut memang tidak berlangsung lama. Dimulai pukul 07.00 WIB, siswa membubarkan diri sekitar pukul 07.45 WIB. Sebelum pulang, mereka diminta menyertakan nomor telepon yang tersinkronasi dengan WhatsApp kepada guru. Tujuannya untuk kelancaran belajar jarak jauh antara guru di sekolah dan siswa di rumah.

”Sebenarnya grup WhatsApp semua kelas sudah ada. Hanya memastikan saja andaikata ada tidaknya siswa yang belum masuk grup. Tujuannya untuk kelancaran belajar jarak jauh atau online,” katanya.

Sebelum pulang, siswa juga diberi surat edaran bersifat penting untuk disampaikan ke orang tua. Surat dua lembar bernomor 419/Kk.11.28/PP.00.5/03/2020 itu merupakan tindak lanjut surat edaran dari Gubernur Jateng, Bupati Magelang, Kankemenag. Lalu Hasil Rapat Koordinasi Sub Rayon IV dan Hasil Rapat Koordinasi Tim Manajemen MTs N1 Magelang.

”Isinya tentang ketentuan siswa belajar di rumah mulai 16-28 Maret 2020, peraturan sampai himbauan orang tua kepada putra putrinya,” ungkap dia.

Gunartomo berharap, selama libur sekolah, para siswa dapat beradaptasi dengan pelajaran jarak jauh via online. Sehingga tidak akan mengganggu program materi-materi pelajaran yang sudah disusun.

”Apalagi kelas VII dan VIII akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah awal Juni besok. Semoga lancar,” pungkasnya (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: