Ratusan Warga di Magelang Pulang dari Pengungsian Merapi, Ini Update Datanya

BNews–MUNGKID_- Ratusan pengungsi dari lereng merapi Magelang kembali ke rumahnya Jumat siang (22/1/2021). Mereka kembali ke rumahnya di Desa Krinjing Kecamatan Dukun Magelang dari TEA Deyangan Mertoyudan Magelang.

“Sudah 2,5 bulan warga kelompok rentan dari Desa Krinjing berada di pengungsian. Total 121 orang yang pulang,” ungkap Kepala Desa Krinjing Ismail.

Menurutnya, warga memandang aktivitas Gunung Merapi berangsur menurun, dan ancaman bahaya erupsi sudah berubah.

“Namun warga kami tetap siap kembali ke pengungsian jika kondisi Merapi menunjukkan aktivitas yang meningkat,” imbuhnya.

Dengan pengurangan jumlah tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengupdate jumlah pengungsi merapi yang masih bertahan.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Maish ada 336 pengungsi warga rentan. Mereka berasal dari Dusun Babadan 1 dan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun,” kata Plt Kalak BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susantor dalam keterangan tertulisnya.

Untuk warga dari dua dusun tersebut, lanjutnya berada di dua titik pengungsian. “Mereka masih bertahan Di TEA Desa Banyurojo dan TEA Desa Mertoyudan,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara diketahui bersama, status aktivitas merapi ditetapkan menjadi Siaga oleh BPPTKG Yogyakarta sejak tanggal 5 November 2020 lalu.

Sementara itu BPPTKG memberikan rekomendasi baru guna mengantisipasi erupsi Gunung Merapi dan aktivitas vulkaniknya yang belum mereda.

Salah satu yang direkomendasikan oleh BPPTKG adalah menghentikan kegiatan di 5 sungai yang berhulu di Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, ada beberapa wilayah yang memiliki potensi bahaya. Hal ini mengingat erupsi Gunung Merapi yang belum mereda.

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava pijar dan guguran awan panas. Guguran lava pijar dan guguran awan panas tersebut berpotensi mengarah pada sektor selatan-barat daya.

Guguran tersebut mengarah ke hulu 5 sungai. Yakni Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng, dan Sungai Putih.

Potensi guguran lava pijar dan guguran awan panas tersebut dapat terjadi dengan jarak maksimal lima kilometer dari puncak. Selain itu, ada juga potensi bahaya lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif. Lontaran material vulkanik ini dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Tak hanya itu, ada juga beberapa rekomendasi lain yang diberikan oleh BPPTKG kepada masyarakat yang tiggal di wilayah KRB.

Antara lain tidak melakukan kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam wilayah KRB III. Tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi.

Lalu tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Merapi. Waspada bahaya lahar terurama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: