Ribuan Wisatawan Banjiri DTW Ketep Pass Sawangan Magelang
- calendar_month Sab, 27 Nov 2021

KELUARGA : Ketep Pass bisa jadi tujuan wisata keluarga . (Foto : internet)
BNews–MAGELANG– Setelah tutup sekian lama karena pandemi Daya Tarik Wisata Ketep Pass, Sawangan, Kabupaten Magelang, mulai dibanjiri wisatawan. Tercatat pada Minggu (21/11/2021) kemarin, dikunjungi lebih dari 1200 wisatawan dari berbagai kota.
Ribuan wisata tersebut terpantau tidak hanya dari lokal Magelang saja. Namun banyak juga dari luar Magelang.
Sebelumnya, Ketep Pass mulai dibuka kembali paska pemberlakukan PPKM Darurat pada Minggu (29/10/2021) lalu. Pada awal-awal pembuka dengan uji coba tersebut, wisatawan luar daerah belum banyak yang datang, masih didominasi wisatawan lokal.
Bahkan, anak-anak dibawah 12 tahun pada awal pembukaan itu, juga belum dibolehkan. Namun sejak level 2 PPKM untuk Kabupaten Magelang diterapkan awal November kemarin, Ketep Pass mulai dibanjiri wisatawan, termasuk anak-anak dari berbagai daerah.
Vita, wisatawan asal Purwokerto ini mengaku baru pertama kali berwisata ke Ketep Pass. Menurutnya, daya tarik wisata ini menawarkan edukasi yang baik tentang Gunung Merapi. Vita juga mengapresiasi pengelola Ketep Pass terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).
“Bagus banget. Sebelum masuk kita harus check in di aplikasi Peduli Lindungi dan cek suhu. Tempat cuci tangan dan handsanitizer juga banyak,” katanya.
Pengelola Ketep Pass memang tidak main-main dalam menerapkan peraturan. Direktur Ketep Pass, Mul Budi Santoso menuturkan, pihaknya berkomitmen menerapkan juknis-juknis yang diatur Kemenparekraf terkait kunjungan wisatawan pada PPKM ini.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kami tidak main-main. Sebagai DTW milik pemerintah, kami harus memberi contoh lainnya,” kata pria yang akrab disapa Bodrek ini.
Kendati demikian, Ketep Pass masih menoleransi pengunjung yang tidak bisa check in melalui aplikasi Peduli Lindungi. Dengan catatan, mereka bisa menunjukan kartu vaksinasi dan kartu identitas yang sesuai untuk selanjutnya dicatat petugas.
“Kami tidak saklek dengan Peduli Lindungi karena tidak semua masyarakat punya fasilitas handphone android,” ungkapnya.
Sesuai regulasi, kapasitas pengunjung, Ketep Pass menerapkan kuota 25 persen dari kapasitas total sebanyak 6.000 orang. Itu pun dikurangi karyawan dan pedagang di dalam area sekitar 100 orang. Artinya, dalam sehari pihak pengelola hanya akan menerima 1.400 orang masuk area.
Begitupun dengan kunjungan di Merapi Volcano Theatre. Bodrek mengatakan, satu kali pemutaran film semi dokumenter tentang Gunung Merapi hanya boleh ditonton 20 orang. Yakni 25 persen dari kapasitas total 80 orang.
“Mohon maaf, soal ini (aturan) kami tegas. Bukan karena kami destinasi milik pemerintah saja, tapi memang kami juga ingin melindungi para wisatawan,” ungkapnya.
Selain pembatasan-pembatasan tersebut, kata Bodrek, Ketep Pass juga tetap melakukan sterilisasi area dengan menyemprotkan disinfektan. Jadwal bersih-bersih diterapkan hari Senin, sehingga Ketep Pass tutup satu hari.
“Dalam sehari buka mulai pukul 08.00-15.00. Jam 12.30-13.30 juga tutup dulu untuk penyemprotan disinfektan,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar