Keren! Bank Sampah Milenial di Magelang Ubah Sedekah Sampah Jadi Bantuan Anak Yatim
- calendar_month 57 menit yang lalu

Kelompok Minelian Bank Sampah Muda Berkarya Ngargosoko Berhasil Mengelola Sedekah Sampah Warga Bantu Anak Yatim
BNews-MAGELANG — Kelompok milenial Bank Sampah Muda Berkarya Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang berhasil mengelola sedekah sampah warga menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi sekaligus sosial. Melalui pengelolaan sampah tersebut, komunitas anak muda ini mampu membantu anak yatim dan warga yang membutuhkan.
Ketua Bank Sampah Muda Berkarya Desa Ngargosoko, Septyo Nugroho, mengatakan komunitas yang beranggotakan 47 remaja milenial tersebut aktif mengelola sampah hasil sedekah warga desa.
“Sebanyak 47 orang remaja milenial yang tergabung dalam kelompok Bank Sampah Muda Berkarya, sudah menghasilkan uang untuk membantu anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan,” kata Septyo Nugroho, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, sampah dari warga dikumpulkan setiap selapan atau sekitar 35 hari sekali untuk kemudian dipilah menjadi sampah organik dan anorganik.
Sampah organik diolah menjadi pupuk tanaman, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, besi, dan aluminium dijual kepada pengepul.
“Hasil penjualan sedekah sampah, dikumpulkan untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim di desa kami. Selain membantu anak yatim, juga pembagian takjil di Masjid maupun Musolla, termasuk kegiatan Jumat berkah, dengan pola membeli sayuran hasil panen warga untuk dibagikan kepada warga yang lain,” ujarnya.
Septyo menjelaskan, berdirinya Bank Sampah Muda Berkarya bertujuan mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan melalui pendekatan 3R yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Bendahara Bank Sampah Muda Berkarya, Dwi Septi, mahasiswi Untidar bersama Uswatun Khasanah, mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengatakan keberadaan bank sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Saat ini, saldo hasil pengelolaan sampah komunitas tersebut telah mencapai sekitar Rp7 juta.
“Apabila semua tahu sampah itu punya nilai ekonomis yang tinggi, orang-orang jadi mikir lagi mau buang sampah sembarang. Selain dampak buruknya bagi lingkungan sekitar. Jadi, dari sampah itu ternyata kalau dijadikan usaha sampingan cukup menjanjikan,” katanya.
Ia menyebutkan Bank Sampah Muda Berkarya berdiri sejak tahun 2023 dan kini menjadi wadah anak muda untuk belajar berorganisasi sekaligus peduli lingkungan.
Mayoritas anggota komunitas tersebut berusia antara 18 hingga 22 tahun yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Selain mengurangi persoalan sampah melalui daur ulang, komunitas ini juga memproduksi berbagai olahan sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Terpisah, Pelaksana Harian Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) DLH Kabupaten Magelang, Soko Wibowo, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan sampah di Desa Ngargosoko.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurutnya, keterlibatan generasi milenial dalam pengelolaan sampah menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Magelang.
Ia menyebut keterlibatan generasi muda mencapai sekitar 75 persen sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.
“Mekanisme sedekah sampah warga desa yang dikelola generasi milenial ini bisa menjadi contoh desa lain di Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Program tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Magelang melalui program Desa Gemar Mengelola Sampah (De-Gemes) DLH Kabupaten Magelang tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Ngargosoko, Suhudin, mengatakan keberadaan kelompok Bank Sampah Muda Berkarya sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan desa.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda dalam pengelolaan sampah patut mendapatkan apresiasi karena tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga mampu membantu masyarakat yang membutuhkan.
Komunitas Bank Sampah Muda Berkarya juga dinilai berhasil mengajak generasi muda lebih peduli terhadap dampak sampah bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha dari kegiatan daur ulang sampah. (al)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar