Heboh! Kades Buncitan Ditemukan Meninggal Dunia di Kantor Desa, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan
- calendar_month 43 menit yang lalu

Kades Buncitan Ditemukan Meninggal Dunia di Kantor Desa
BNews-SIDOARJO — Kasus meninggalnya Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo berinisial M (55), akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan medis.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil penyelidikan dan autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, peristiwa ini murni bunuh diri,” kata Siko kepada wartawan di Mapolresta Sidoarjo, Senin (4/5/2026).
Korban diketahui merupakan Kepala Desa Buncitan yang tinggal di kawasan Perumahan Raha Sedati, Kecamatan Sedati. Ia ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya di kantor desa pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
Barang bukti tersebut antara lain satu pasang sandal warna cokelat, satu unit telepon genggam, sepeda motor Honda Vario; selang air warna biru sepanjang kurang lebih 140 sentimeter, serta dua lembar dokumen berupa surat tulisan tangan dan surat perjanjian kerja.
Siko menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan berinisial MK yang datang ke balai desa untuk menjalankan aktivitas rutin.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Saat tiba di lokasi, saksi melihat sepeda motor korban masih terparkir di depan ruang kepala desa. Kondisi tersebut dinilai tidak biasa karena korban biasanya sudah pulang pada waktu tersebut.
“Saksi kemudian mendekat ke ruang kepala desa, mendapati pintu tidak terkunci dan kondisi ruangan gelap, hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan sementara menguatkan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri.
Meski demikian, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan dan orang-orang terdekat,” pungkas Siko.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang mengalami gejala depresi atau memiliki kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan dengan pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, maupun layanan kesehatan mental terdekat. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar