SAH !!! Pemkot Salatiga Larang Perdagangan Daging Anjing

BNews–JATENG- Surat Edaran (SE) resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Salatiga. SE itu terkait larangan perdagangan daging anjing untuk konsumsi.

Larangan Pemkot Salatiga itu ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Wali Kota Salatiga No. 510/345/414. Tentang Larangan Peredaran/Perdagangan Daging Anjing.

Wali Kota Salatig, Yuliyanto, mengatakan dalam surat edaran yang ditandatanganinya pada 26 April 2021 itu sudah diatur secara jelas mengenai larangan setiap orang melakukan kegiatan usaha perdagangan daging anjing.

“Pemkot Salatiga melarang setiap orang maupun badan usaha melakukan kegiatan peredaran atau perdagangan daging anjing secara komersial. Kami juga tidak menerbitkan sertifikat veteriner atau keterangan kesehatan hewan, khusus untuk daging anjing bila untuk konsumsi,” katanya dikutop solopos. (5/5/2021)

Selain itu, pemerintah kota juga tidak menerbitkan Surat Rekomendasi Pemasukan Daging Anjing Konsumsi serta memperketat lalu lintas perdagangan daging anjing.

“Pemkot akan mengedukasi dan melakukan sosialisasi oleh perangkat daerah terkait risiko penularan zoonosis akibat mengonsumsi daging anjing. Sosialisasi bisa kita lakukan mulai dari sekolah-sekolah,” imbuh Yuliyanto.

Sementara itu, untuk pengawasan dan pemantauan peredaran atau perdagangan daging anjing di wilayahnya, Pemkot Salatiga akan menerjunkan petugas Satpol PP yang bekerjasama dengan aparat kepolisian dan petugas karantina hewan.

Sementara itu, keputusan Pemkot Salatiga melarang peredaran atau perdagangan daging anjing itu mendapat apresiasi Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).

Inisiator DMFI, Karin Franken, mengatakan Salatiga menjadi wilayah ketiga di Jateng yang melarang peredaran daging anjing. Sebelumnya, larangan perdagangan daging anjing juga dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Sukoharjo.

“Koalisi DMFI menyampaikan ucapan selamat kepada Wali Kota Yuliyanto yang teelah mengambil langkah maju dengan mengeluarkan peraturan tegas. Langkah ini telah menyelamatkan ribuan nyawa anjing setiap bulannya,” ujar Karin dalam keterangan resmi. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: