Satu Dari 12 Remaja Dalam Video Viral Konvoi Klitih Jadi Tersangka, 10 Tahun Penjara Menanti

BNews–JOGJA– Sempat viral sebuah video aksi belasan remaja konvoi menggunakan senjata tajam di atas jembatan progo Jogja beberapa waktu lalu. Dan tak berselang lama Polres Kulon Progo menangkap 12 remaja yang berada dalam video tersebut.

Dari 12 remaja yang diamankan, salah satunya sudah ditetapkan menjadi tersangka yakni bernisial YP. Sedangak sisanya dilepaskan karena masij peljar dan dibawah umur.

Sedangkan YP tercanman kurungan penjara selama 10 tahun. Dan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut pihak Kepolisian Polres Kulon Progo.

Kesat Reskrim Polres Kulon Progo AKP Munarso menjelaskan, mereka ditangkap kurang dari 24 jam sejak video viral. “Sekitar pukul 9 pagi kami sudah bisa memetakan siapa pelaku tersebut. Kemudian kami melakukan penyelidikan dengan mendatangi para pelaku,” katanya dalam rilsnya (28/12/2020).

AKP Munarso mengatakan, proses penangkapan bermula pada 24 Desember 2020 sekitar pukul 03.00 WIB, tim khusus Patrolicyber Polres Kulon Progo mendapat informasi terebut. Lalu menginformasikan kepada Satreskrim Polres Kulon Progo. Kemudian ditindaklanjuti oleh buru sergap dan tim mawar Polres Kulon Progo.

Dari penyidikan yang dilakukan, disita sejumlah barang bukti di antaranya adalah lima unit sepeda motor yang digunakan pada saat konvoi di jembatan penghubung Bantul – Kulon Progo tersebut. Selain itu, barang bukti lainnya satu buah celurit, satu buah gir beserta talinya, alat komunikasi, kaos bertuliskan “SUDWAT ALL BASE” serta dokumen motor.

Setelah mereka ditangkap, diperoleh informasi muncul pelaku berinisial YP, 26 tahun, warga Panjatan, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan sebagai tersangka. Dalam video tersebut, YP yang membawa celurit dan mengacung-acungkan ke atas.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“YP yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKP Munarso.

Diperoleh informasi, YP merupakan ketua geng SUDWAT ALL BASE. Sedangkan 11 remaja lainnya merupakan anggotanya yang saat ini mereka masih berstatus pelajar atau di bawah umur.

AKP Munarso mengatakan, YP ditetapkan sebagai tersangka karena memiliki atau menguasai senjata tajam. Hal ini melanggar pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 Tentang Menguasai Senjata Tajam Dengan Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara.

“Sementara untuk 11 anak yang sekolah, dilakukan pembinaan yang bekerja sama dengan sekolah dan orang tua,” katanya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: