Satu PDP Asal Salam Magelang Meninggal Dunia, Ini Riwayatnya

BNews–MUNGKID– Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Magelang meninggal dunia kemarin (6/5/2020). Hal tersebut dilaporkan Pemkab Magelang, termasuk penambahan PDP baru.

“Ada tambahan empat PDP baru dari Kecamatan Kaliangkrik, Bandongan, Salam dan Kecamatan Windusari,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Sementara untuk penambahan satu PDP yang meninggal, lanjut Nanda berasal dari Kecamatan Salam. “Almarhum dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan covid-19. Pasien ini meninggal dunia di RSUP Sardjito Yogyakarta,” imbuhnya.

Untuk saat ini yang dirawat di rumah sakit ada 16 orang tersebar di sejumlah rumah sakit. Yakni RSUD Tidar, RST Soedjono, RSJ Soerojo dan RSUD Muntilan.

“ Sedang yang menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan dan satgas covid-19 desa serta kecamatan, ada 12 orang,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan juga terdapat penambahan pasien positif 3 orang berasal dari Kecamatan Windusari. “Mereka merupakan rombongan kluster Gowa. Yakni mereka yang mengikuti acara Itjima Ulama Sedunia di Gowa Sulawesi,” terangnya.

Terkait pasien yang melakukan isolasi mandiri yakni, dijelaskannya, bahwa hal dilakukan dengan beberapa pertimbangan terkait fasilitas di Rumah Sakit. “Untuk jumlah ruang isolasi beserta peralatan yang dimiliki oleh Rumah Sakit masih terbatas jumlahnya. Sehingga yang dirawat di RS dibuatlah skala prioritas,” ujar Nanda.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Nanda mengungkapkan skala prioritas tersebut yakni bagi PDP yang disertai sesak nafas. “Hal ini karena PDP dengan gejala tersebut membutuhkan peralatan medis. Sedangkan pada PDP ringan tidak membutuhkan peralatan medis yang ada di ruang isolasi RS,” ungkapnya.

Jadi, menurutnya PDP dengan gejala ringan cukup dengan menggunakan terapi obat-obatan yang tentunya bisa dilakukan di rumah. “Sehingga PDP ringan dengan konfirmasi positif supaya tidak menularkan ke orang lain,maka harus melakukan isolasi mandiri di rumah,” tegasnya.

Hingga Rabu sore 6 Mei 2020, dilaporkan juga jumlah PDP di Kabupaten Magelang sebanyak 20 orang. “Jumlah PDP sebelumnya berjumlah 21 orang ditambah baru 4 orang, Namun hari ini juga ada 4 orang PDP sembuh dan satu orang PDP meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), saat ini berjumlah 95 orang. “Jumlah tersebut berasal dari data sebelumnya 84 orang, lolos pantau 8 orang. Namun hari ini bertambah ODP sebanyak 9 ODP baru,” ungkapnya.

Nanda juga menyampaikan hingga saat ini terdapat 103 orang PDP sembuh. Namun jumlah kasus meninggal dunia adalah 21 Kasus.

“Dengan keterangan meninggal dunia dalam status PDP sebanyak 19 orang dan meninggal dunia dengan status positif berjumlah 2 orang,” pungkasnya.  (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: