Ini Destinasi Yang Pertama Kali Dibuka di Kabupaten Magelang

BNews—BOROBUDUR—Destinasi Mata Langit by Plataran di Borobudur yang sebelumnya tutup pada tanggal 1 April lalu, sudah mulai buka kembali. Pembukaan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Operational Manager Destinasi Mata Langit by Plataran, Anton Saputra menuturkan sebenarnya tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk menutup, namun pihaknya berusaha untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menghargai warga sekitar tempat tersebut.

”Mata Langit ini bersinggungan dengan tiga desa yakni Desa Butuh, Wonosari dan Sambeng. Jadi kami berkoordinasi dengan ketiga Kades dan juga Kades Candirejo, kemudian Babinsa serta Babinkamtibmas untuk mulai membuka lagi,” ungkapnya kepada Borobudurnews, siang ini (11/6/2020).

Dia menjelaskan, alasan Mata Langit mulai dibuka setelah melihat antusiasme wisatawan yang ingin datang. Juga terkait untuk memulai pemulihan kondisi wisata di wilayah Borobudur.

pengunjung di Mata Langit by Plataran mengenakan masker dan menjaga jarak

”Bagi tamu, kami cek suhu badannya. Jika dibawah 37 derajat celcius diperbolehkan masuk dan kami juga persiapkan masker serta handsanitizer sedangkan jika diatas itu, maka tamu tersebut akan diarahkan untuk istirahat 30 menit. Apabila masih diatas 37 derajat celcius maka tidak boleh masuk,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Anton, pihaknya juga mengatur jarak tamu dengan membatasi tempat duduk. ”Contohnya ada meja yang sebelumnya bisa digunakan untuk 6-8 tamu, namun saat pandemi ini kami atur hanya menjadi 3-4 tamu saja,” tandasnya.

Loading...

Mengenai jam buka Mata Langit, Kata Anton, dimulai pukul 07.00-19.00 WIB. Namun batas tutup order atau batas tamu yang masuk yakni pukul 18.00 WIB.

Download Musik Keren Disini

”Bagi tamu yang ingin datang jam 05.00 WIB bisa tapi harus reservasi dahulu. Dan kalau bisa memang tamu yang ingin datang kesini, sebaiknya reservasi dulu karena kalau dadakan ditakutkan tidak dapat meja. Jikapun meja nya sudah penuh, kami juga tidak menerima tamu lagi,” imbuhnya.

Tambah Anton, pihaknya juga memberdayakan warga sekitar untuk membantu membangun proyek di Mata Langit. Selain itu, setiap hari Rabu, pihaknya berkeliling ke PAUD sekitar untuk memberikan edukasi seperti pelajaran Bahasa Inggris, Menyanyi dan Menari.

”Kami juga memberikan makanan untuk anak-anak tersebut sebagai tambahan nutrisi, kemudian setiap hari Senin dan Kamis ada Dokter yang siap memeriksa warga sekitar dengan gratis,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: