SD dan SMP Pantekosta Magelang Raih Juara di Karnaval Pembangunan

BNews—MAGELANG—Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Pantekosta Magelang meraih Juara I Kategori Sekolah sekaligus Juara Umum dalam Karnaval Pembangunan Kota Magelang 2019. Sekolah Pantekosta berhasil meraih skor tertinggi dengan nilai 438, mengalahkan SMPN 8 Magelang dengan poin 437.

Penyerahan tropi dan uang pembinaan diberikan langsung oleh Walikota Magelang, Sigit Widyonindito kepada perwakilan sekolah. Usai pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan kompleks Pemkot Magelang, beberapa waktu lalu (1/10).

Advertisements


Kepala Sekolah Pantekosta Sri Wahyuni mengataka langsung melakukan syukuran sederhana dengan memotong kue tart. ”Bagi kami, ini merupakan kemenangan dramatis dan prestis karena menang satu poin lebih tinggi dari juara II,” kata Sri.


Ketua Pelaksana Kegiatan Woro Budi Rahayu menjelaskan, sejak awal tim Sekolah Pantekosta berharap mampu meraih juara I. Namun tidak mengira bakal memboyong piala bergilir (Juara Umum) yang kali pertama didapatnya.

”(Kemenangan) ini tidak lepas dari tema HUT ’SDM Unggul Indonesia Maju’. Kami memilih tokoh Gajah Mada yang sangat berjasa menyatukan Nusantara dan burung garuda Indonesia sebagai lambang negara,” kata Woro saat ditemui di ruangannya.

Ia menjelaskan, representasi SDM Unggul, mereka selektif memilih kontingen siswa yang memiliki prestasi di dalam dan luar sekolah. Hingga ketokohan Gajah Mada yang memilih siswa berpostur gagah serta dayang yang diperankan para siswi berparas cantik.

”Seperti Claudya Cerelia Valentine siswi SD kelas III yang tahun lalu meraih rangking I di kelas. Serta berprestasi di luar kelas lewat dunia modeling dan tarik suara. Dia siswi multitalenta,” bangga dia.

Timpal Koordinator Kegiatan Sujono Hadi, pihaknya mempersiapakan segala sesuatu kurang dari dua minggu. Paling lama adalah mendesain mobil hias burung garuda raksasa dengan panjang delapan meter, lebar tiga meter dan tinggi empat meter.

Dibalik gagahnya ’burung garuda’ ia menceritakan beberapa kerumitan saat pembuatan. Salah satunya saat memahat dan mengukir lembaran balok syrofoam menjadi potongan hingga membentuk kepala, sayap hingga ekor burung.

”Keunggulan kita ada pada seni ukir yang dibuat sedetail dan sesempurna mungkin menyerupai burung garuda,” kata Papar.

Ungkap Sujono, usai karnaval, burung tersebut sempat menarik minat warga Kulon Progo Jogjakarta untuk dibeli. Namun pihaknya memilih untuk menyimpan di gudang sebagai kenang-kenangan.

”Dalam lomba tersebut regu kami juga memperoleh Juara I Kategori Vokal Group,” pungkas dia.

Sebagai tambahan, kemenangan tersebut melengkapi beberapa prestasi sekolah sepanjang tahun 2019. Seperti Juara I dalam FLS2N, Juara I O2SN dan Juara I lomba yang digelar DLH Kota Magelang. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: