Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bupati Magelang Ungkap Ancaman Terbesar Generasi Muda, Ketahanan Keluarga Jadi Solusinya

Bupati Magelang Ungkap Ancaman Terbesar Generasi Muda, Ketahanan Keluarga Jadi Solusinya

  • calendar_month 31 menit yang lalu

BNews-MAGELANG- Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan berkarakter. Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman sekaligus menjadi kunci keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Grengseng Pamuji saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026).

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa dunia saat ini tengah memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yakni kondisi yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, penuh ketidakpastian, kompleksitas persoalan, serta dinamika yang sulit diprediksi. Perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial pun kini telah masuk hingga ke lingkungan keluarga melalui penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Grengseng mengatakan, apabila ketahanan keluarga lemah, derasnya arus perubahan tersebut akan mudah memengaruhi tumbuh kembang generasi muda. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, memberikan perlindungan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak sejak usia dini.

“Ketangguhan keluarga bukan lagi menjadi pilihan, tetapi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus menjadi penentu masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini berada pada momentum penting berupa bonus demografi, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing bangsa sekaligus mempercepat pembangunan nasional.

Namun, bonus demografi juga dapat berubah menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ledakan usia produktif tanpa kualitas yang memadai berpotensi memunculkan berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga terganggunya stabilitas sosial.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISIINI (KLIK)

Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam amanat Menteri ditegaskan bahwa pembentukan kualitas SDM tidak dimulai ketika seseorang memasuki bangku sekolah ataupun dunia kerja, melainkan sejak anak berada di dalam kandungan melalui pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, serta lingkungan keluarga yang sehat.

Untuk mendukung keberhasilan bonus demografi tersebut, pemerintah mendorong penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga.

Pilar pertama adalah kesehatan keluarga melalui percepatan penurunan stunting. Pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi investasi penting untuk menghasilkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di era teknologi serta kecerdasan buatan.

Pilar kedua adalah pendidikan karakter. Rumah diharapkan menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai kejujuran, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat gotong royong. Pendidikan karakter yang kuat diyakini mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu berkolaborasi menghadapi berbagai perubahan.

Sementara itu, pilar ketiga adalah ketahanan mental keluarga. Di tengah meningkatnya tekanan kehidupan modern, keluarga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga. Dukungan emosional dari orang tua sangat dibutuhkan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Grengseng juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya peran seorang ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya diukur dari keberadaan secara fisik, tetapi juga melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat; serta keterlibatan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISIINI (KLIK)

Fenomena minimnya keterlibatan ayah atau fatherless dinilai menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi bersama. Di sisi lain, penggunaan gawai yang tidak terkendali juga berpotensi mengurangi interaksi di dalam keluarga apabila tidak disertai pendampingan yang baik.

“Oleh karena itu, para orang tua, khususnya ayah, diajak untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, membangun komunikasi secara langsung dengan anak; serta membatasi penggunaan gawai agar tidak menggantikan kehangatan hubungan dalam keluarga,” pesannya.

Ia menambahkan, lemahnya fungsi keluarga dapat memicu munculnya berbagai persoalan sosial, seperti tawuran antarpelajar, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas. Berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan keluarga merupakan tanggung jawab bersama.

Grengseng mengajak seluruh orang tua menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, nyaman, dan dirindukan oleh anak-anak. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi benteng pertama yang melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga dari kualitas manusia yang dibangun melalui keluarga. Mari kita bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga agar mampu melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemerintah Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai; program pembangunan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan sumber daya manusia; sebagai modal utama mewujudkan masyarakat Kabupaten Magelang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less