Sejak 1937 Padepokan Tjipto Boedoyo di Dukun Rutin Gelar Ritual Sakral

BNews—DUKUN— Di Lereng Merapi, di Wilayah Kecamatan Dukun, tepatnya di Dusun Tutup Ngisor Desa Sumberm berdiri sebuah padepokan. Namanya Tjipta Boedaya.

Padepokan ini dipimpin oleh Sitras Ajilin. Seorang budayawan dan seniman kharismatik di Lereng Merapi. Padepokan ini sudah berdiri sejak 1937 silam dan masih terus melestarikan ritual ritual dan budaya jawa.

Setiap tahunnya padepokan ini selalu menggelar ritual. Namanya ritual Suran Seniman. Dengan atau tanpa penonton ritual ini tetap berjalan.

Ritual tradisional ‘Suran Seniman’ di padepokan seni Tjipta Boedaya dikemas selama tiga (3) hari tiga malam, yakni tanggal 13, 14 dan 15 Sura 1947 Alip (Saka Jawa). Ada barbagai kegiatan, baik acara ritual, maupun pentas kesenian.

Ritual sudah berjalan sejak Eyang Yoso Soedarmo pendiri padepokan. Tradisi suran seniman ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya kesenian rakyat dan kesenian tradisional agar tidak musnah ditelan jaman.

”Pagelaran sakral yang wajib dilaksanakan dalam acara suran ini adalah wayang orang sakral dengan lakon Sri Tumurun atau Lumbung Tugu Mas dan beksan Kembar Mayang,” jelas Sitras.

Kharisma Eyang Yoso Soedarmo sebagai tokoh seniman, pelaku spiritual dan tokoh paranormal dikenal oleh berbagai kalangan baik daerah, nasional bahkan internasional.

Loading...

Bahkan sampai sekarang setelah beliau wafat, Padepokan Tjipta Boedaya masih banyak dikunjungi orang, terutama para seniman yang ingin ngangsu kaweruh budaya jawa. Tak sedikit juga yang dari luar negeri.  (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: