Sembilan Pelajar SMK Muntilan Diamankan Polisi Berikut Senjata Tajam

BNews—BOROBUDUR— Polisi masih melakukan penyelidikan intensif kasus dugaan penganiayaan pelajar yang terjadi di Kawasan Borobudur, kemarin sore (1/8). Sembilan oknum pelajar dari sejumlah SMK swasta di Muntilan masih diamankan beserta sejumlah senjata tajam.

Waka Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto turun langsung ke Polsek Borobudur untuk mengecek yang dikabarkan tawuran pelajar. Sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan kasus tersebut sebagai tawuran tapi adalah pengeroyokan.

“Belum kita temukan unsur tawuran baru kita dalami penganiayaan yang mengakibatkan satu pelajar luka parah. Sekarang sembilan pelajar diamankan beserta sejumlah senjata tajam dan 7 unit sepeda motor,” kata Wakapolres kepada borobudurnews.

Dari hasil penyelidikan, lejadian bermula sekitar pukul 17.00 wib. Saat itu, anggota Polsek Borobudur sedang berpatroli mendapat laporan terjadi keributan pelajar di dekat Puskesmas dan Balai Desa Borobudur.”Saat petugas mengecek di lapangan ternyata benar ada salah satu siswa SMK Mungkid  mengalami luka dibagian punggung,” katanya.

“Dari pengakuan korban yang hendak pulang kerumah berpapasan dengan segerombolan pelajar dari sekolah di Muntilan, kemudian tiba-tiba korban ini dibacok,” imbuhnya.

Eko Mardiyanto juga mengatakan sudah memintai keterangan kepada Sembilan pelajar. “Sembilan orang tersebut merupakan pelajar yang terlibat dalam kejadian tawuran tersebut,” ungkapnya.

Dalam pengamanan pelajar tersebut, petugas juga mengamakan beberapa barang bukti berupa senjata tajam.”Beberapa senjata tajam seperti parang, gergazi S, dan Gir kita amankan, serta tujuh unit sepeda motor,” paparnya.

“Kasus ini masih dalam pemeriksaan dan terus kembangkan serta dalami terkait keterlibatan mereka maupun orang lain,” tegasnya.

Terakhir Eko memberikan himbauan bahwa ini merupakan kejadian kesekian kali di Kabupaten Magelang maka kepada para pelajar untuk menghentikan aksi-aksi tidak terpuji ini. “Tentunya kepada pihak sekolah untuk lebih jeli lagi mengawasi perilaku siswa serta barang bawaan siswa di kelas maupun di parkiran, terbukti ini para siswa mebawa sajam,” pungkasnya.(bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: