Kementerian PU Percepat Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
- calendar_month Sel, 3 Jun 2025

Progres pembangunan Jalan Tol Jogja Bawen_foto PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) s
BNews-JOGJA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di bawah kepemimpinan Menteri Dody Hanggodo mempercepat pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.
Proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan strategis Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar).
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Selasa, Menteri Dody menjelaskan bahwa pembangunan tol ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat antardaerah.
“Jalan tol ini akan mempercepat mobilitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, dengan akses yang lebih mudah ke Borobudur dan berbagai destinasi wisata lainnya, kita berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.
Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus berkomitmen untuk mempercepat proses konstruksi jalan tol ini. Jalan tol Yogyakarta-Bawen dikerjakan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen sebagai BUJT dengan nilai investasi sebesar Rp14,26 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp10,65 triliun.
Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menjelaskan bahwa proyek ini akan melintasi dua provinsi, yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jalan tol ini akan menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Tol Semarang-Solo dengan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.
CEK BERITA UPDATE LAINYA DISINI (KLIK)
Jalan tol Yogyakarta-Bawen memiliki panjang total 75,12 kilometer dan dibagi menjadi enam seksi. Seksi 1 yang menghubungkan JC Sleman ke SS Banyurejo memiliki progres pembebasan lahan sebesar 96,73 persen dan progres konstruksi 77,32 persen.
CEK BERITA UPDATE LAINYA DISINI (KLIK)
Seksi 2 dari SS Banyurejo ke SS Borobudur telah mencapai progres pembebasan lahan sebesar 91,60 persen. Seksi 3 yang menghubungkan SS Borobudur ke SS Magelang memiliki progres pembebasan lahan sebesar 73,20 persen.
Sementara itu, Seksi 4 dari SS Magelang ke SS Temanggung mencatat progres pembebasan lahan sebesar 36,54 persen. Seksi 5 dari SS Temanggung ke SS Ambarawa baru mencapai progres pembebasan lahan sebesar 11,25 persen.
Sedangkan Seksi 6 dari SS Ambarawa ke JC Bawen yang akan tersambung langsung dengan Tol Semarang-Solo memiliki; progres pembebasan lahan sebesar 95,8 persen dan konstruksi telah mencapai 61,40 persen.
Roy menargetkan Seksi 1 selesai pada kuartal kedua tahun 2026, sedangkan Seksi 6 ditargetkan rampung pada kuartal keempat tahun 2025.
Untuk seksi lainnya, percepatan pembebasan lahan akan terus diupayakan agar pembangunan dapat segera dilakukan secara ;menyeluruh dan ditargetkan rampung pada 2027 hingga 2028.
CEK BERITA UPDATE LAINYA DISINI (KLIK)
“Ruas yang sudah dalam tahap konstruksi yaitu Seksi 1 ditargetkan selesai kuartal II tahun 2026 dan Seksi 6 ditargetkan; selesai kuartal IV tahun 2025. Untuk ruas lainnya juga akan kita percepat pembebasan lahannya agar bisa; segera mulai konstruksinya; dan diharapkan bisa tuntas pada tahun 2027-2028,” ujar Roy.
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari legislatif dan pemerintah daerah, guna memastikan kelancaran proyek ini.
“Kami mohon dukungan, khususnya dari rekan-rekan Komisi V DPR RI dan pemerintah daerah, agar pembangunan tidak hanya berjalan cepat; tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Wilan. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar