Seorang TKW Asal Jateng Disekap Majikannya di Arab Saudi

BNews—JATENG—Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dukuh Ngembat, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen mendapat perlakuan tidak baik dari majikannya di Arab Saudi. Diduga ia tidak diperbolehkan pulang bahkan sering dikunci di dalam kamar dan tidak diberi makan.

Diketahui TKW tersebut bernama Surani berusia 45 tahun. Pada awalnya dirinya berangkat ke Arab Saudi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) kemudian pulang dan pada tahun 2002, Surani kembali berangkat ke Arab Saudi secara mandiri sampai sekarang.

”Menurut informasi dari keluarga, tahun 2002 sampai 2016 majikannya baik, namun kemudian majikannya tersebut meninggal dunia,” kata Kasi Penempatan dan Informasi Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Ernawan, hari ini (30/6/2020).

Setelah itu, Surani berganti majikan yakni masih satu keluarga dengan majikan sebelumnya yang telah meninggal tersebut. Setelah tahun 2016 sampai sekarang, ia sering mendapat perlakuan tidak baik.

“Kita mendapat informasi pada hari Jumat (26/6/2020) dari media sosial terkait adanya penyekapan TKW dari Desa Mojorejo di Arab Saudi. Kita tindaklanjuti dengan lapor ke BP2MI di Jakarta yang menangani ketenagakerjaan luar negeri,” jelasnya.

Menurutnya, laporan tersebut langsung ditindaklajuti oleh BP2MI ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Kemudian KRJI Jeddah langsung membentuk tim untuk klarifikasi di lapangan.

“Informasi (penyekapan TKW Desa Mojorejo) itu benar dan TKW tersebut diambil langsung oleh KJRI,” imbuh Ernawan.

Loading...

Sementara, majikannya telah dilaporkan ke kepolisian setempat oleh KJRI Jeddah. Saat ini, TKW tersebut masih berada di shelter KJRI Jeddah sambil menunggu haknya diberikan.

”Setelah prosesnya selesai, Surani akan dipulangkan ke Indonesia,” jelas dia.

Tambah Ernawan, pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah desa dan keluarga Surani di Desa Mojorejo terkait kondisi terkini TKW tersebut. “Kemarin (Senin) kami menginformasikan bahwa yang bersangkutan sudah aman di KJRI dan sekarang dalam proses untuk mendapatkan hak-haknya,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: