Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sosok Peternak Kambing Asal Magelang yang Raih Emas Di Kejurnas Lari Trail Indonesia 85 Km

Sosok Peternak Kambing Asal Magelang yang Raih Emas Di Kejurnas Lari Trail Indonesia 85 Km

  • calendar_month Sab, 23 Jul 2022

BNews–MAGELANG– Siapa sangka seorang petani ikan dan peternak kambing asal Magelang ini berhasil meraih medali emas dalam Kejurnas Lari Trail Indonesia. Dimana ajang tersebut terlaksana di Kota Palu Sulawesi Tengah 15-17 Juli 2022 kemarin.

Namanya adalah Risky Dwi Kurniawan, pria 25 tahun yang tinggal di Dusun Ngrajek 2 Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Ia meraih juara pertama event tersebut pada katagori 85 km.

“Alhamdulillah sesuai target saya meraih medali emas dalam katagori lari trail 85 km dengan lawan sekitar 150 orang. Cuman waktunya tidak sesuai target saya, dimana saya target dibawah 10 jam selesai namun ini 12 jam 31 menit,” katanya saat diwawancarai Borobudurnews.com (22/7/2022).

Risky panggilan akrabnya berangkat ke Palu mewakili Asosiasi Lari Trail Indonesia (ATLI) Jawa Tengah. Ia bersama 14 pelari lainnya berangkat ke Kejurnas tersebut.

“14 pelari berangkat ke Palu, dan 6 diantaranya dari Magelang. Dimana sebelumnya kami seleksi di Kejurda Jawa Tengah pada Mei 2022 di Kebumen, dari 7 pelari asal Magelang ada 6 lolos ke Kejurnas tersebut, “ imbuh pria yang sudah memilki ratusan prestasi di bidang lari.

Ia mengaku, selain dirinya ada satu pelari asal Magelang lainnya yang juga mendapat medali emas. Namun dibeda katagori dalam Kejurnas tersebut.

“Ada satu lagi pelari asal Magelang juga mendapat emas dalam kejurnas tersebut, atas nama Budi Irawan seorang anggota TNI di Rindam Magelang. Ia juara di katagori vertikal sejauh 6 km, dengan medan menanjak,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Risky mengaku bahwa Kejurnas Lari Trail Indonesia kali ini cukup menantang dengan medan yang cukup baru. Mulai dari jalan perkampungan, pegunungan, hutan belantara sampai menyeberangi sungai.

“Jadi jarak 85 km itu jalanya relatiff baru dibuat, seperti di hutan itu jalur baru hingga paha saya banyak lintah yang menempel. Kemudian melewati sungai yang masih banyak buaya sehingga dikawal oleh warga setempat. Ada juga menemukan suku pedalaman yang jauh dari kata modern, diajak komunikasi juga susah karena memang bahasanya berbeda,” ceritanya.

Segudang prestasi ditorehkan risky dalam cabor lari ini. Sejak masih duduk dibangku SMP dirinya sering ikut perlombaan. Seperti POPDA Kabupaten, Provinsi hingga POPNAS.

“Selain saat pelajar, saya sering ikut ajang lari event-event swasta yang diadakan di berbagai kota. Dan Alhamdulilla sering mendapat medali baik emas, perak maupun perunggu. Sudah ratusan sampai lupa saya apa saja,” ujar pertenak kambing yang mengaku memilki 40 ekor di rumahnya.

Alumni SMP Kota Mungkid dan SMAN 1 Salaman ini mengaku suka lari sedak kecil saat masih sekolah dasar. Ia terus berlatik setiap hari, baik pagi, siang maupun sore.

“Saya dapat meraih prestasi karena unggul di persiapan. Pola hidup sehat, seperti tidak makan pedas, gorengan dan santan saya lakukan. Kalau kopi justru wajib setiap akan lomba lari, karena bisa memicu jantung,” terang Riski yang saat ini juga bekerja sebagai security pengganti di Taman Wisata Candi Borobudur.

Risky yang juga tergabung dalam cabor Atletik Kabupaten Magelang dibawah KONI ini sering berlatih bersama.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saya sering berlatih bersama di cabor atletik, namun jarang saya diberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan. Dan kini ada rumah kedua saya anggapannya seperti itu, yakni ATLI Kabupaten Magelang dibawaha Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), disini banyak kesempat bertanding meskipun semuanya mandiri,” akunya.

Dan perlu diketahui, setelah menyabet medali emas di Kejurnas Lari Trail Indonesia tersebut akan terus berlanjut. Dimana Risky akan mewakili Indonesia ke Kejuaraan Internasional Lari Trail.

“Besok 3 pelari perwakilan Indonesia dari masing-masing katagori akan ke Kejuaraan Internasional di Thailand. Dan saya tetap di katagori 85 km mewakili Indonesia,” tegasnya.

Risky berharap cabor lari trail ini segera masuk dibawah KONI sehingga akan semakin banyak peluang untuk atlet lain. “Syarat masuk KONI kan sudah menggelar 2 kali Kejurnas, dan ini baru satu kali serta rencana yang kedua pada Mei 2023 di Kledung Temanggung. Semoga lekas bergabung ke KONI kedepan,” harapnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less