Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jelang Lebaran, Stok Beras di Jateng Melimpah hingga 1,5 Juta Ton

Jelang Lebaran, Stok Beras di Jateng Melimpah hingga 1,5 Juta Ton

  • calendar_month Sab, 7 Mar 2026

BNews-JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan surplus hingga akhir Maret 2026. Kondisi tersebut diperkirakan tetap terjaga hingga setelah Hari Raya Idulfitri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan bahwa ketersediaan pangan serta keterjangkauan harga menjadi faktor penting yang harus dijaga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Idulfitri.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah melakukan pemetaan terhadap proyeksi peningkatan kebutuhan pangan selama periode Lebaran.

“Seluruh komoditas pangan sesuai proyeksi sampai akhir Maret nanti masih surplus,” kata Dyah saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026.

Beras Surplus 1,5 Juta Ton

Dyah menjelaskan, beberapa komoditas pangan utama di Jawa Tengah masih berada dalam kondisi surplus cukup besar.

Berdasarkan data yang dihimpun, surplus beras diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta ton. Selain itu, stok telur juga masih surplus sekitar 135 ribu ton.

Sementara untuk komoditas lainnya, ketersediaan gula pasir diperkirakan mencapai 54 ribu ton dan minyak goreng sekitar 5.000 liter.

“Insyaallah sekalipun ada pengungkit nanti kita masih bisa mencukupi kebutuhan pangan baik untuk bentuk asli Jawa Tengah maupun pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah,” katanya.

Advertisements

Pemantauan Harga Pangan Terus Dilakukan

Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan, Pemprov Jawa Tengah terus melakukan pemantauan pasar bersama berbagai pihak.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama Satgas Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota, hingga aparat kepolisian.

“Pemantauan sudah dilakukan kira-kira seminggu yang lalu. Fokusnya masih ke beras. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pantauan Satgas, harga beras sampai hari jni tidak ada yang bergejolak,” jelasnya.

Meski demikian, Dyah mengakui masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai.

Hasil pengecekan di sejumlah pasar menunjukkan harga cabai masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk mengendalikan kondisi tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah melakukan intervensi melalui penyaluran subsidi harga.

“Kami sudah lakukan program penyaluran subsidi harga untuk cabai melalui penugasan ke BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB). Kira-kira sekitar tiga ton. Nanti akan kami lanjutkan dengan melihat kondisi harga cabai, daerah mana yang masih tinggi. Sejauh ini memang cabai dan daging sapi yang agak naik harganya,” papar Dyah.

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Pangan Saat Mudik

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa provinsi ini merupakan salah satu pusat arus mudik dan arus balik Lebaran di Indonesia.

Pada tahun 2026 diperkirakan sekitar 17 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan jumlah pemudik tersebut diperkirakan berdampak langsung pada peningkatan kebutuhan pangan di berbagai daerah.

Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini agar tidak terjadi kekurangan pasokan maupun lonjakan harga.

Luthfi juga meminta agar program operasi pasar serta Gerakan Pangan Murah terus dilakukan secara intensif.

Ia juga menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera mengambil langkah apabila ditemukan kekurangan stok atau indikasi permainan harga di pasar.

“Saya minta tolong tetap lakukan Gerakan Pangan Murah, terus cek pasar agar tahu pergerakan harga. Gunakan satgas pangan di masing-masing kabupaten/kota untuk menghindari penimbunan dan panic buying,” katanya saat memberikan arahan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less