7 Parpol Laporkan Dugaan Kasus Pergeseran Suara ke Bawaslu Kabupaten Magelang
- calendar_month Jum, 8 Mar 2024

Perwakilan Parpol saat memasukan laporan ke Bawaslu Kabupaten Magelang
BNews-MAGELANG– Terkait kasus dugaan pergeseran suara atau penggelembungan suara di Mertoyudan Kabupaten Magelang terus berlanjut. Kabar terbaru terdapat tujuh partai politik (Parpol) membuat laporan ke Bawaslu Kabupaten Magelang.
“Sampai hari ini (7/3/2024) Partai Politik yang melaporkan dugaan kasus penggelembungan suara bertambah menjadi 7 Parpol,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M Habib Shaleh, Kamis malam kepada Borobudurnews.com (7/3/2024).
Disebutkan, lanjut Habib terdapat empat Parpol yang memasukan laporan pada hari Kamis 7 Maret 2024. “Empat partai tersebut adalah PSI, Partai Buruh, Partai Ummat dan PKN,” imbuhnya.
Habib menjelaskan, bahwa sebelumnya sudah terdapat tiga parpol yang juga memasukan laporan terkait dugaan kasus tersebut. “Sebelumnya ada PKB, PPP dan Nasdem yang membuat laporan tersebut,” jelasnya.
“Untuk laporan yang sudah diregister baru PKB dan PPP. Sementara laporan Parpol lain masih melengkkapi berkas,” terangnya.
Habib menyebutkan, tahapan setelah diregister adalah mulai tahapan klarifikasi. “Tadi (Red : Kamis pagi, 7/3/2024) sudah mulai klarifikasi pelapor dan saksi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, saksi dari PKB menemukan dugaan pergeseran suara pada caleg lain di Mertoyudan, Magelang. Kasus ini pun akhirnya selesai setelah dicocokkan dengan data dan suara yang geser dikembalikan pada suara partai asalnya.
IKUTI UPDATE BERITA BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS GRATIS (KLIK DISINI)
Kasus ini mulanya disampaikan saksi dari PKB saat rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilu tingkat Kabupaten Magelang, Kamis (29/2) lalu. Saksi dari PKB menduga adanya pergeseran suara DPR RI di partainya (data plano) berpindah ke partai lain (data hasil salinan).
“Dari itu, KPU meminta pendapat dari Bawaslu. Diskusi kami, kami merekomendasikan untuk melakukan pencocokan penelitian untuk melakukan koreksi data dan pembetulan. Di tahap pertama ada dua desa, Deyangan dan Pasuruan. Kemudian, tahap berikutnya tambah dua desa lagi, Banjarnegoro dan Donorojo,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M Habib Shaleh kepada wartawan usai rapat pleno terbuka rekapitulasi di Atria Hotel Magelang, Minggu (3/3).
Dari empat desa ini, kata Habib, ditemukan ada 179 suara yang bergeser. Di empat desa ini ada 89 tempat pemungutan suara (TPS).
“Dari sini kan kemudian menimbulkan kecurigaan kok suaranya bergeser banyak sekali. Bawaslu berdiskusi bagaimana ini penyelesaiannya karena jika ini tidak selesai akan menimbulkan pertanyaan di publik. Ini jangan-jangan ada di desa yang lain dan sebagainya,” sambung Habib. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar