Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Suhu Udara Terasa Dingin pada Malam dan Pagi Hari Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan BMKG

Suhu Udara Terasa Dingin pada Malam dan Pagi Hari Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan BMKG

  • calendar_month Kam, 20 Jul 2023

BNews—NASIONAL— Apakah Anda merasa suhu di wilayah Anda terasa dingin pada malam hingga pagi hari beberapa hari terakhir ini?

Padahal, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Juli-Agustus 2023.

Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ida Pramuwardani mengatakan, Bumi berada pada titik terjauhnya dari Matahari, sehingga berpengaruh pada suhu suatu wilayah.

 “Jauhnya jarak antara Bumi dengan Matahari akan berdampak pada penurunan rata-rata suhu minimum wilayah tersebut,” kata Ida, Senin (17/7/2023).

Kendati demikian, ia memastikan bahwa suhu udara dingin belakangan merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi ketika masa puncak kemarau pada Juli-September. Ia menjelaskan, wilayah Indonesia yang mengalami suhu dingin sebagian besar terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca cerah di daerah tersebut.

“Kondisi cuaca cerah ini ditandai dengan adanya pergerakan angin dari wilayah timur yang berasal dari Benua Australia,” jelas dia.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Ida menuturkan, wilayah Australia pada Juli berada pada periode musim deingan. Karena itu, pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin monsun dingin Australia.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di beberapa wilayah Indonesia juga turut berpengaruh pada suhu yang dingin di malam hari.

“Ketiadaan awan di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan Bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer,” ujarnya.

“Kemudian langit yang cenderung bersih tanpa awan akan menyebabkan panas radiasi balik. Gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar,” lanjutnya.

Hal ini menyebabkan udara dekat permukaan Bumi terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. (*)

Sumber: Kompas.com

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less