Suntik Kontrasepsi yang Tepat: Pilihan Cerdas untuk Mengatur Jarak Kelahiran Anak

BNews-TIPS- Salah satu cara untuk mengatur jarak kelahiran anak adalah dengan menunda kehamilan. Salah satu cara yang sering dipilih pasangan untuk menunda kehamilan adalah dengan menggunakan kontrasepsi suntik.

Meskipun demikian, memilih kontrasepsi suntik yang tepat bisa menjadi hal yang sulit. Penggunaannya tidak boleh sembarangan dan kamu juga perlu mengetahui jenisnya dan menentukan mana yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Oleh karena itu, ketahui cara menentukan kontrasepsi suntik yang tepat berdasarkan beberapa jenisnya sebagai pertimbangan.

Cara Menentukan Kontrasepsi Suntik yang Tepat sesuai Kebutuhan

Langkah pertama dalam menentukan kontrasepsi suntik adalah berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan reproduksi. Dokter akan melakukan wawancara kesehatan, merinci riwayat medis, dan membahas tujuan kamu dalam penggunaan kontrasepsi suntik.

Hal ini penting untuk menentukan apakah metode ini sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan kamu. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium guna memastikan kecocokan penggunaan kontrasepsi ini.

Jika aman, dokter akan menjelaskan berbagai jenis kontrasepsi suntik yang tersedia dan membantumu memilih jenis yang paling sesuai.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Berikut adalah beberapa jenis kontrasepsi suntik beserta kelebihan dan kekurangannya:

  1. Kontrasepsi Suntik 1 Bulan

Jenis suntikan ini dilakukan setiap bulan dengan tujuan untuk menunda kehamilan. Suntikan 1 bulan berisi kombinasi hormon estrogen dan progestin. Kabarnya, jenis kontrasepsi ini memiliki risiko perdarahan tidak teratur lebih rendah.

Artinya, kamu bisa mendapatkan haid yang lebih teratur. Setelah suntikan berhenti, kamu bisa kembali subur dalam waktu tiga bulan.

Meskipun begitu, penggunaan kontrasepsi seperti suntik 1 bulan kadang terlupakan. Hal ini membuat pemberiannya menjadi kurang teratur. Juga, jeda waktu yang terbilang cepat bisa membuat kamu malas untuk melakukan suntik ulang setiap bulan.

Suntikan KB berjangka 30 hari ini juga tidak melindungi tubuh dari gangguan kesehatan infeksi menular seksual dan berpengaruh terhadap suasana hati. Jika kamu punya riwayat migrain atau sedang migrain, KB suntik satu bulan bukan rekomendasi yang seharusnya dipilih.

  1. Kontrasepsi Suntik 3 Bulan

Pilihan berikutnya adalah kontrasepsi suntik dengan jangka waktu 3 bulan yang hanya berisi hormon progestin. Area tubuh yang menerima suntikan ini bisa di lengan bagian atas, pantat, lapisan kulit paha bagian atas, atau daerah perut.

Cara kerjanya sederhana, yaitu melepaskan hormon progestin dalam pembuluh darah agar kehamilan tidak terjadi. Selain mencegah ovulasi, progestin yang disuntikkan juga membuat cairan vagina menjadi lebih kental dan mengurangi tebal dinding rahim. Akibatnya, sperma tidak akan mencapai sel telur dan janin tidak akan tumbuh.

Jenis kontrasepsi suntik 3 bulan ini lebih aman untuk ibu yang sedang menyusui dibandingkan dengan kontrasepsi suntik 1 bulan. Penggunaannya juga lebih aman bagi perempuan yang tidak bisa menggunakan kontrasepsi dengan kandungan estrogen.

Jangka waktu efektivitasnya berkisar antara 8 hingga 13 minggu tergantung jenisnya. Namun, kontrasepsi suntik 3 bulan dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan, sakit kepala, perdarahan, nyeri pada payudara, hingga terjadinya haid yang tidak teratur.

Itulah cara menentukan kontrasepsi suntik yang tepat. Penggunaan kontrasepsi yang tepat tentunya dapat mengoptimalkan program Keluarga Berencana yang dilakukan oleh pasangan. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar hal ini, segeralah berdiskusi dengan dokter. (*/halodoc)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: