Tabungan Menyusut Rp400 Juta, Rekening Bank Seniman Yusman Diduga Dibobol

BNews—JOGJAKARTA— Peristiwa aneh dialami seorang seniman patung ternama tanah air, Yusman, 37. Uang milik Pematung warga Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul yang disimpan di bank swasta di Jogjakarta ini tanpa sebab tiba-tiba menyusut dari Rp1 miliar menjadi tinggal Rp600 juta.

Padahal Yusman yang piawai membuat monumen sejarah dan diakui dunia ini merasa belum pernah mengambil uang sebesar itu Rp400 juta. Sebaliknya, pihak bank mengklaim bahwa pengambilan uang dilakukan atas nama ’Yusman’ dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama yang bersangkutan.

Yusman kemudian meminta duplikasi KTP yang digunakan sebagai syarat pengambilan uang. Ternyata foto yang ada di dalam KTP tersebut bukan dirinya, melainkan orang lain.

Namun demikian, seluruh keterangan identitas tersebut memang atas nama dirinya, hanya foto saja yang berbeda. Tentu saja Yusman bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi, ’kenapa pihak bank tidak mengecek ulang KTP atas nama dirinya pada saat registrasi peminjaman uang dan pengambilan uang’.

”Kasus tersebut sebenarnya sudah cukup lama, yakni sejak tahun 2016,” jelas Yusman.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Menghadapi situasi kurang menguntungkan tersebut, Yusman mencoba mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Polda DIJ. Dengan harapan bisa diketahui siapa sebenarnya yang telah mengambil uangnya sejumlah Rp400 juta.

Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 2016 bermula ketika handphone miliknya tiba-tiba mati selama dua hari. Bersamaan dengan itu, ternyata ketika dicek di bank, pengambilan uang berlangsung pada saat handphone miliknya mati.

”Saya menduga pelaku pembobolan uang saya sudah mempelajari kondisi tersebut,” ujar Yusman.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Yusman berusaha menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik dengan pihak bank, tetapi hasilnya tidak sebagaimana yang diharapkan. Bahkan pihak bank tetap bersikukuh bahwa Yusman harus memenuhi kewajibannya membayar lunas pinjaman sebesar Rp1 miliar tersebut.

Tidak ingin nama baiknya tercoreng di bank, Yusman setiap bulan tetap mengangsur pinjaman tersebut. Dengan tujuan agar namanya tidak di-blacklist jika mengajukan pinjaman ke bank lainnya.

”Ini pertaruhan berat bagi diri Saya. Di satu sisi saya sudah kehilangan Rp400 juta, di sisi lain Saya harus tetap melunasi kewajiban terhadap bank,” ucap Yusman.

Mengenai laporan ke pihak kepolisian, dilakukan Yusman pada November 2016 ke Polda DIJ. Dalam kurun waktu empat tahun Yusman telah dimintai keterangan sebanyak tiga kali.

Meski demikian, mengenai kejelasan siapa yang membobol uang miliknya, Yusman mengaku hingga saat ini belum jelas. Menyikapi hal itu, Yusman tetap menaruh kepercayaan pada kepolisian bahwa penyidik akan berlaku profesional dalam menangani perkara yang menimpa dirinya.

”Meski belum ada kejelasan, saya tetap percaya dan berharap pada polisi untuk menangani perkara ini secara proporsional dan profesional,” ungkapnya seperti dikutip KR Jogja, Selasa (27/4).

Perihal kejelasan siapa yang membobol uang miliknya, Yusman mengatakan tentunya itu menjadi pekerjaan pihak kepolisian dan bank untuk mengungkapnya. Pihak bank memiliki sarana dan prasarana pendeteksi orang-orang yang memiliki urusan dengan bank.

Sedang kepolisian memiliki kewenangan untuk memintai keterangan dari pelapor maupun saksi-saksi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: