Tabungan Nasabah Rp5,8 Miliar Diduga Raib Misterius, Ada yang Ditarik dari Bank Mandiri Magelang

BNews—JATENG— Tabungan nasabah Bank Mandiri Cabang Kudus atas nama Moch Imam Rofi’i sebesar Rp5,8 miliar diduga mendadak raib. Setelah dilakukan pelacakan pikah bank, salah satu penarikan misterius dilakukan oknum yang mengatasnamakan Rofi’i di Bank Mandiri Cabang Magelang.

Korban merupakan warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Kuasa hukum Moch Imam Rofi’i, Musafak mengatakan bahwa kliennya resmi tercatat sebagai nasabah Bank Mandiri dengan nomor rekening yang teregistrasi secara resmi.

”Namun tiba tiba uang di rekening dibobol sebesar Rp5,8 miliar,” katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (6/10).

Menurut Musafak, uang kliennya itu hilang dengan catatan transaksi transfer pembelian dua tanah di Bantul masing-masing sebesar Rp2 miliar. Serta transfer registrasi tanah sawah bantul sebesar Rp1,3 miliar serta penarikan tunai sebesar Rp500 juta.

”Kejadian itu awalnya diketahui Moch Imam Rofi’i sekitar tanggal 31 Mei 2021. Ketika klien kami hendak mengambil uang tunai dan ATM nya dinyatakan diblokir,” kata Musafak menambahkan.

Menurut Musafak, saat mencairkan di Bank Mandiri Cabang Karanganyar Demak namun informasi dari teller kartu ATM kliennya diblokir. Serta disarankan mengganti kartu ATM di Bank Mandiri kantor cabang Kudus.

Saat itu kliennya mengurus administrasi lewat customer service dengan menyerahkan buku tabungan Bank mandiri, KTP serta kartu ATM dengan nomor 6032988701432143. Setelah pengecekan identitas, buku tabungan serta kartu ATM kemudian kartu ATM diganti dengan kartu ATM platinum baru.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Namun saat melakukan penarikan sebesar Rp20 juta dan melakukan pengecekan saldo di buku tabungan yang ternyata hanya sisa Rp128 juta atau berkurang. Padahal, seharusnya saldo tersisa adalah Rp5,9 miliar.

Karena kliennya tidak merasa melakukan trasaksi yang sebagaimana dijelaskan akhirnya mengajukan protes. Kemudian Bank Mandiri menunjukkan foto buku tabungan dan foto KTP orang yang melakukan transaksi di bank Mandiri Cabang Magelang atas nama rekening Moch Imam Rofi’i.

”Namun setelah diteliti, ternyata foto orang, tanda tangan dan pekerjaan serta tanggal penerbitan yang ada pada KTP tersebut berbeda dengan KTP milik klien kami. Ditambah lagi nama serta tanda tangan pada buku tabungan juga berbeda,” jelasnya.

Ia menuding, Bank Mandiri telah melakukan kelalaian sehingga kliennya mengalami kerugian sebesar Rp5,8 miliar dan harus diganti. Musafak mengacu Pasal 1 angka 1, Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan disebutkan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Selain itu, Pasal 1 ayat (16) dan (17) tentang Perbankan yang menyebutkan Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa bank; Nasabah Penyimpan adalah nasabah yang menempatkan dananya di bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan.

Menurut Musyafak, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIJ, Aman Santosa sedang menindaklanjuti kejadian tersebut. (ifa/han)

Sumber: isknews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: