Ternyata Begini Asal Usul Ayam Geprek yang Kini Terkenal

BNews-KULINER– Para pecinta kuliner Indonesia akhir akhir ini memang suka memesan makanan yang sedang hits. Salah satunya adalah menu Ayam Geprek.

Ayam geprek pada dasarnya hampir sama dengan ayam penyet yang sudah lebih dulu ada. Perbedaanya adalah pada tekstur dan cara penyajianya.

Jika ayam penyet adalah menu yang cara pembuatanya dengan menggoreng daging ayam yang telah diungkep dengan bumbu kuning pada minyak goreng yang panas. Kemudian disajikan dengan menekan ayam tersebut pada sambal sampai penyet, dan jadilah ayam penyet.

Sedangkan, ayam geprek ini memiliki cara memasak yang berbeda. Karena ayam geprek ini memiliki bentuk yang hampir sama seperti ayam goreng barat atau yang lebih dikenal dengan fried chicken Amerika.

Yakni ayam goreng renyah yang digoreng dengan adonan tepung yang telah melapisi keseluruhan bagian daging ayam yang telah dipotong. Dan jika ayam penyet dagingnya dipenyet bersamaan dengan sambel maka ayam geprek, seperti namanya digeprek. 

Geprek sendiri adalah istilah atau kata yang berasal dari bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia dapat berarti “dipukul”, “ditekan”, atau “dilumatkan”.

Pencetus atau pencipta dari menu ini sendiri adalah ibu Ruminah, seorang perempuan yang berasal dari Yogyakarta tepatnya dari kampung Papringan. Sebelum memulai berjualan ayam geprek, ibu Ruminah adalah seorang penjual lotek dan soto. Namun semenjak 15 tahun lalu ibu Ruminah ini memutuskan untuk berjualan ayam tepung.

Ide ibu Ruminah untuk membuat menu ayam geprek ini diawali dari permintaan salah satu mahasiswa pelangganya yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Mahasiwa tersebut meminta ibu Ruminah untuk menambahkan sambel pada ayam goreng tepung yang dijualnya.

Dan pelanggan dari ibu Ruminah ini menyebut ayam tepung yang telah diberi sambel tersebut dengan sebutan ayam gejrot atau ayam ulek. Tetapi kemudian ibu Ruminah menyebut menu baru tersebut dengan nama ayam geprek.

Hari ini ayam geprek dapat ditemui dengan mudah tidak hanya di Yogyakarta. Dan karena saking populernya banyak pemiliki warung atau restoran menciptakan variasi menu dari ayam geprek ini. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: