Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Taj Yasin Perhatikan Pemudik Difabel di Bus Mudik Gratis, Ini Kisahnya

Taj Yasin Perhatikan Pemudik Difabel di Bus Mudik Gratis, Ini Kisahnya

  • calendar_month Rab, 18 Mar 2026

BNews-JATENG – Menjelang pelepasan program Mudik Gratis 2026, langkah Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, terhenti di lorong sempit sebuah bus di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, Senin (16/3/2026).

Perhatian orang nomor dua di Jawa Tengah itu tertuju pada seorang penumpang yang berbaring di deretan kursi panjang yang sengaja dikosongkan oleh panitia. Ia adalah Adelia Adinda Putri (25), pemudik asal Sukoharjo.

Adelia merupakan penyandang hidrosefalus yang tidak dapat duduk maupun berjalan. Selama perjalanan mudik, ia harus berbaring di kursi bus yang telah disiapkan khusus demi kenyamanannya.

Taj Yasin pun mendekat untuk memastikan kondisi Adelia dalam keadaan baik. Ia menegaskan bahwa Adelia bukan sekadar pemudik, melainkan tamu istimewa yang harus mendapatkan perhatian khusus.

“Tadi ada dua yang istimewa. Salah satunya Adelia ini, dia tidak bisa duduk karena sakit di punggung,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan tidak hanya diberikan saat keberangkatan, tetapi hingga pemudik tiba di tujuan akhir.

“Nanti sampai di Terminal Sukoharjo, akan kita antar dengan mobil yang sudah kita siapkan sampai ke rumahnya,” jelasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, ibu Adelia, Tutik Dwi (56), mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. Perempuan yang telah berjualan jamu tradisional di Bandung sejak 1998 ini menyebut, baru kali ini dirinya bisa mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.

Kesempatan tersebut didapat setelah adanya informasi dari pengurus paguyuban terkait program mudik gratis. Bahkan, panitia sempat menawarkan layanan penjemputan menggunakan ambulans hingga ke rumah.

“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.

Bagi Tutik, perjalanan mudik kali ini terasa sangat berarti. Ia merasakan kepedulian besar dari panitia terhadap kondisi putrinya.

“Pengurus dan panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai penyesuaian demi kenyamanan Adelia selama perjalanan.

Ia menyebut kehadiran Adelia menjadi pengalaman berharga bagi tim panitia dalam memberikan pelayanan yang inklusif.

“Ini anugerah luar biasa bagi kami bisa memfasilitasi disabel. Satu baris kursi belakang itu kami tata khusus untuk satu keluarga agar mereka nyaman,” pungkas Farchan.

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less