Warga Sering Dengar Suara Tangisan di TKP Penemuan Jasad Korban Pembunuhan di Sleman

BNews—SLEMAN—Jasad perempuan ditemukan di kebun salak yang berada di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman pada 4 Februari 2013 silam. Jasad tersebut adalah korban pembunuhan dan kasus itu pun membuat geger masyarakat.

Usai peristiwa itu, warga sering mendengar suara tangisan di lokasi penemuan jasad tersebut. Namun warga tidak menemukan wujud yang mengeluarkan suara tangisan itu.

”Menurut informasi warga, banyak yang mendengar orang menangis di TKP. Mungkin minta diungkap kasusnya,” kata Panit Reserse Kriminal Polsek Pakem Ipda Lilik Mulyadi, Minggu, (6/12/2020). Dikutip dai Tagar.id.

Jasad perempuan yang kemudian diketahui bernama Sri Utami itu, ditemukan penuh luka di bagian kepala dan sempat menjadi misteri bagi kepolisian. Lalu sekitar 7 bulan lalu, Unit Reskrim Polsek Pakem bersama Team Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Sleman dan dibantu tim Resmob Jatanras Polda DIY melakukan penyelidikan.

Lilik mengaku, kasus pembunuhan itu menjadi PR besar bagi dirinya yang kala itu masih menjabat sebagai petugas opsnal Polsek Pakem. Tujuh tahun lalu dirinya juga ikut menyaksikan Olah TKP di lokasi pembunuhan Sri.

”Sebenarnya ini PR saat saya dinas di Pakem waktu masih Opsnal dulu. Setelah saya pindah ke beberapa tempat, Alhamdulillah kembali lagi ke Polsek Pakem. Lalu kami coba kerjakan lagi untuk mengungkap kasusnya,” ucap dia.

Bagi Lilik dan anggota polisi lainnya, alasan ingin mengungkap kasus pembunuhan tersebut karena faktor kemanusiaan. Rupanya usaha itu membuahkan hasil, mereka mendapat petunjuk untuk mengungkap kasus itu.

”Petunjuk yang kami dapat bahwa pelaku menggunakan motor Sport, tapi bukan buatan Jepang. Sedangkan plat nomor di depan huruf AG,” ujarnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Berbekal petunjuk itu, kata Lilik, tim gabungan berangkat menuju Kediri. Sekitar 14 anggota kepolisian berangkat menggunakan dua mobil pada 1 Desember 2020 lalu. “Sampai sana langsung action,” tutur Lilik.

Upaya pencarian dilakukan di Kediri dan Sidoarjo, usaha itu pun menemui titik terang. Tersangka pembunuhan akhirnya berhasil diamankan meski sempat melawan dan berusaha kabur.

Akibatnya polisi terpaksa memberikan timah panas yang mengenai betis kanan. “Yang saya rasakan itu plong. Akhirnya tersangka bisa kami tangkap,” ucap Lilik.

Diberitakan sebelumnya, tujuh tahun lalu tepatnya 4 Februari 2013, warga Pakem, Sleman digegerkan oleh penemuan mayat di sebuah kebun salak. Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria mengakui bahwa kasus tersebut memang menyulitkan pihak kepolisian.

Sebab tidak ada identitas apapun pada korban, selain itu juga sidik jari korban sudah rusak sehingga tidak bisa dilakukan proses identifikasi. Namun berkat kerjasama tiga satuan, Polsek Pakem, Polres Sleman dan Polda DIY, akhirnya berhasil mengungkap pelaku.

Dari keterangan pelaku, motif pembunuhannya adalah cemburu. Pelaku sering dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain. Karena sakit hati, pelaku kemudian membunuh korban. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: