Tak Beroperasi Karena Pandemi, Banyak Perahu Rafting Di Magelang Rusak Dimakan Tikus

BNews–MAGELANG– Dua tahun lebih pariwisata di Kabupaten Magelang berhenti total akibat pandemi covid-19. Termasuk salah satunya wisata air Arum Jeram atau Rafting di alur Sungai Elo Kabupaten Magelang.

Para pengelola atau pelaku usaha rafting di Magelang mengaku sangat terpukul. Selain tidak ada pemasukan, alat-alat untuk rafting rusak dan belum mampu memperbaikinya.

Salah satunya yang dialami usaha Rafting Elorivers Advendture yang dikelola oleh Agus Frihanto, 51, bersama tiga rekannya. Mereka mengaku kesusahan karena tidak ada pemasukan, dan alat-alat rafting milik mereka mulai rusak.

“Kita itu ada 42 kapal rafting, dan sejak pandemi ini sudah 14 kapal rusak. Kerusakannya karena perahu tidak terpakai, jadi banyak lem terkelupas bahkan dimakan oleh tikus,” katanya (7/9/2021).

Ia menyebutkan, perahu-perahu yang rusak tersebut cukup mahal biayanya untuk memperbaikinya. “Ya biaya perbaikan satu perahu bekisaran Rp 4-6 juta. Karena pandemi ini kita tidak bisa apa-apa, karena memang pemasukan susah,” imbuhnya.

Diakuinya juga, pihaknya dalam tehknik penyimpanan atau perawatan alat rafting juga sudah memenuhi standar yang benar. “Jadi seperti menyimpan perahu itu harus ada isi anginya, namun tekannya tidak terlalu penuh dan tidak kosong. Karena hal itu untuk menyesuaikan saat suhun panas maupun dingin,” ujarnya.

Agus yang menjabat sebagai GM Elo Rvers juga menceritakan sejak awal pandemi dirinya bersama rekannya berpikir kondisi tersebut hanya berlangsung selama tiga bulan saja. Namun ternyata hingga detik ini belum usai pandemi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Awalnya tiga bulan awal itu kita mampu bertahan. Perawatan alat-alat masih menggunakan uang kas bisa terpenuhi. Namun setelah itu kami seperti kaget, tidak ada pemasukan dan perawatan alat juga tidak mudah,” ceritanya.

Dengan adanya 42 unit perahu tersebut, Elo Rivers Rafting juga memiliki 42 pemandu profesional. Dan selama pandemi ini, mereka banyak mencari pekerjaan sampiangan.

“Ya karena pandemi ini, kami selaku management tidak bisa memberikan pekerjaan dan perhasilan kepada mereka. Dan kami juga memberikan pengertian kepada mereka untuk mencari penghasilan lain dulu sambil menunggu semua kondusif. Dan besok jika sudah normal kembali akan ditarik lagi,” ujarnya.

Disebutkannya, 42 pemandu  tersebut saat ini banyak yang beralihh profesi sementara atau memiliki pekerjaan sampingan seperti tukang batu, berdagang, mencari ikan dan lainnya.

Ditanya  selama pandemi apakah mendapat bantuan dari pemerintah, Agus mengaku baru satu kali mendapat bantuan dalam program stimulus Kabupaten Magelang. “Kemarin ada bantuan stimulus itu yang rencana untuk membantu perawatan. Ternyata yang awal informasi sebesar Rp 10 juta cuma cair Rp 1 juta. Ada juga pernah bantuan sembako sekali dari Polres Magelang kemarin itu,” terangnya.

Agus juga menyampaikan jika memang pandemi usai atau wisata boleh beroperasi, maka tantangan bagi mereka adalah melakukan pembenahan alat-alat kerja mereka. “Ya rencana tetap mengandalkan pinjaman perbankan, namun  kami berharap ada bantuan dari pihak terkait tentang nasib mereka ini entah bantuan dari pemerintah untuk pembenahan atau seperti apa silahkan,” harapnya.

Dan perlu diketahui, kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh Elo Rivers Rafting saja. Namun banyak pengusaha rafting di Magelang lainnya.

“Kami di Kabupaten Magelang ada paguyupan pengusaha rafting itu ada 20 pengusaha. Dan saya rasa nasib dan kondisi tidak jauh beda dengan apa yang kami alami,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: