Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tanggap Darurat Bencana Magelang Diperpanjang, 7 Desa Lereng Merapi Masih Krisis Air Bersih

Tanggap Darurat Bencana Magelang Diperpanjang, 7 Desa Lereng Merapi Masih Krisis Air Bersih

  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026

BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama tujuh hari ke depan.

Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah dampak bencana yang belum tertangani secara tuntas; termasuk gangguan saluran air bersih di sejumlah desa lereng Gunung Merapi.

Sebelumnya, status tanggap darurat diberlakukan selama tujuh hari, mulai 3 hingga 9 Maret 2026. Namun setelah dilakukan evaluasi oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait, masa tanggap darurat diperpanjang hingga 16 Maret 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mengatakan bahwa perpanjangan tersebut dilakukan karena masih ada beberapa persoalan yang membutuhkan penanganan lanjutan di lapangan.

“Kita mengevaluasi, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang belum tuntas. Dari apa yang sudah kita lakukan; evaluasi ternyata masih ada beberapa yang belum tuntas. Misalnya, penanganan air bersih di beberapa desa. Kemudian juga masih ada jalan dan jembatan (putus) yang belum diambil langkah tuntas juga,” kata Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto kepada wartawan di BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa hasil rapat koordinasi forum penanganan bencana sepakat untuk mengusulkan perpanjangan status tanggap darurat kepada Bupati Magelang agar penanganan dampak bencana dapat dilanjutkan secara optimal oleh perangkat daerah terkait.

“Forum sepakat agar tanggap darurat ini kita usulkan kepada bapak bupati untuk diperpanjang selama tujuh hari. Sehingga nanti dari tanggap darurat ini teman-teman OPD terkait, instansi terkait bisa mengambil langkah-langkah sesuai dengan tugas pokok fungsinya,” sambung Adi.

CEK BERITA UPDTE LAINNYA DISINI (KLIK)

Bencana banjir lahar hujan yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) sebelumnya mengakibatkan empat orang dilaporkan hilang; dan dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selain korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gangguan pada sistem distribusi air bersih di sejumlah wilayah.

Menurut Adi, terdapat beberapa desa di lereng Gunung Merapi yang hingga kini masih mengalami dampak terhadap akses air bersih.

“Tadi ada sekitar ada tujuh desa, kalau nggak salah. Nanti untuk detailnya BPBD,” imbuh Adi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa tujuh desa yang terdampak berada di wilayah Kecamatan Dukun.

Ketujuh desa tersebut meliputi Desa Keningar, Krinjing, Paten, Sengi, Sumber, Sewukan, dan Wates. Secara keseluruhan, dampak gangguan air bersih dirasakan oleh 35 dusun yang tersebar di tujuh desa tersebut.

“Keningar, Krinjing, Paten, Sengi, Sumber, Sewukan dan Wates. Ada 35 dusun di tujuh desa,” tambah Bambang.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait saat ini terus melakukan upaya penanganan agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih, dapat segera kembali normal. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less