Taruna Akmil “Ganteng” Diduga Terpapar Paham HTI

BNews—MAGELANG—Seorang pemuda yang lolos calon taruna Akademi Militer (Akmil) bernama Enzo Allie tidak hentinya mencuri perhatian publik. Salah satunya saat pemuda 18 tahun itu diwawancara langsung Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Namun belakangan beredar kabar kurang sedap bila remaja blasteran Perancis – Indonesia tersebut terpapar radikalisme. Isu sensitif tersebut bermula dari foto akun Facebook Enzo Allie yang ditemukan netizen bernama Salman Faris. Temuan tersebut lantas dihembuskan Salman di akun Facebooknya.

”Penasaran dengan sosok Enzo Allie. Remaja belasteran Indonesia – Perancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya”

”Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Allie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung Khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Perancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar untuk kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI ’memelihara’ anak ular,” tulis Salman dengan menyertakan beberapa foto.

Salah satu foto menggambarkan Enzo tengah menggendong ransel. Nampak seperti hendak mendaki gunung. Di belakang ransel terpasang sebuah tongkat dengan bendera yang ditengarai menjadi identitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi massa berbasis agama yang kini dilarang di Indonesia. Foto tersebut juga pernah dipakai Enzo sebagai foto profil.

Postingan Salman Faris kemudian diserbu netizen. Sebagian merasa kaget tidak percaya. Beragam tanggapan ditulis netizen pada kolom komentarnya. Hingga berita ini diunggah, konten tersebut sudahmendapat 2,6 ribu komentar dan dibagikan 3,9 ribu.

Loading...

Salah satu netizen dengan akun Facebook Debora Nugrahesti apakah Badan Intelijen Negara (BIN) tidak dilibatkan dalam proses rekrutmen catar.

”Entahlah. Mungkin terlalu banyak urusan… :-)” jawab Salman Faris.

“Kok ngeri,” timpal akun bernama Al Qoiyum.

Ada juga netizen yang berpendapat netral. Seperti akun Anyaman Seni mengatakan bila TNI mungkin sudah tahu namun tidak ingin gegabah dalam bertindak.

”Saya rasa pihak TNI atau BIN, sudah mengetahui histori masing-masing calon anak didikan TNI dan lain-lain. Hanya saja tidak gegabah dalam keputusan, dan soal latar belakang anak tesebut, pasti mereka sudah tahu dan sudah menyelidikinya. Tinggal bagaimana waktu yang tepat untuk TNI atau BIN ambil tindakan. Semoga kita tidak kecolongan,” tulis Anyaman Seni. (han/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: