Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tegal Terparah! 800 Rumah Terdampak Tanah Gerak Masuk Daftar Relokasi Pemprov Jateng

Tegal Terparah! 800 Rumah Terdampak Tanah Gerak Masuk Daftar Relokasi Pemprov Jateng

  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026

BNews–JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mempercepat relokasi korban bencana tanah gerak di sejumlah wilayah. Hingga saat ini tercatat sedikitnya 900 rumah rusak dan terdampak masuk daftar relokasi.

Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tegal, disusul Purbalingga, Pemalang, dan Batang. Percepatan relokasi dilakukan karena lokasi tempat tinggal warga dinilai sudah tidak aman, ditambah curah hujan tinggi yang meningkatkan risiko bencana susulan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan warga segera keluar dari pengungsian dan menempati hunian sementara yang lebih layak dan aman.

“Kami sudah instruksikan ke bupati. Lahan sudah didapat di wilayah Perhutani. Sudah di cek, aman,” jelas Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, lahan relokasi tidak hanya dipilih berdasarkan aspek keamanan, tetapi juga mempertimbangkan akses pendidikan anak-anak serta keberlanjutan mata pencaharian warga.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, terdapat 800 rumah yang akan direlokasi dari Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kemudian 50 rumah di Purbalingga, 30 rumah di Pemalang, dan 20 rumah di Batang.

Setelah penentuan lokasi, tahapan selanjutnya adalah edukasi kepada warga agar bersedia pindah. Pasalnya, tidak semua korban dengan sukarela meninggalkan tempat tinggalnya karena alasan pekerjaan maupun harta benda.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk mempercepat proses tersebut, Pemprov Jateng menggandeng unsur TNI dan Polri guna memberikan pendampingan serta sosialisasi. Pemerintah kabupaten juga diminta aktif mendekati masyarakat.

Di sisi lain, Gubernur menginstruksikan Dinas Sosial melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak, mulai dari identitas, pekerjaan hingga kepemilikan harta benda. Langkah ini dilakukan agar proses relokasi berjalan tertib dan tidak ada warga yang tercecer.

Saat ini, warga terdampak tanah gerak di Kabupaten Tegal masih bertahan di pengungsian dengan kebutuhan dasar yang dipastikan terpenuhi, termasuk layanan pendidikan bagi anak-anak.

“Ada dapur umum dan posko kesehatan. Kebutuhan dipastikan tercukupi. Kalau sampai ada kekurangan, segera laporkan. Karena pangan dan kesehatan warga adalah prioritas utama,” tandasnya.

Lebih lanjut, Luthfi meminta bupati dan wali kota segera menetapkan status tanggap bencana lokal jika terjadi bencana berisiko tinggi, meskipun skalanya terbatas. Penetapan status tersebut dinilai penting agar penanganan dari pemerintah provinsi bisa dilakukan lebih cepat.

“Jika terjadi bencana, maka bupati wali kota tentukan tanggap bencana lokal. Wilayahnya mana, maka pemerintah provinsi akan melakukan penanganan,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor, banjir, rob, hingga tanah gerak di sejumlah daerah. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less