Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Temani Majikan Saat Sakaratul Maut, Kisah TKW Dapat Warisan Rp 1 Miliar

Temani Majikan Saat Sakaratul Maut, Kisah TKW Dapat Warisan Rp 1 Miliar

  • calendar_month Kam, 14 Jul 2022

BNews–NASIONAL– Seorang TKW asal Indramayu bernama Yuli mendadak viral karena mendapat warisan 1 Milyar Rupiah dari majikannya yang merupakan aktor terkenal Taiwan, Chen Sung Young. Ia dengan setia menemani Chen hingga saat sakratul maut.

Yuli mengisahkan perjuangan panjangnya, mengurus aktor Chen saat sakit hingga jelang sakratul maut. “Saya terus memegang tangan dia. Hingga tiba-tiba dia cekukan tiga kali, dan dia tiba-tiba saja pergi, meninggal dunia,” ungkap Yuli saat diwawancara dalam kanal youtube @EEC GlobalTK yang sudah tayang sejak 5 bulan yang lalu.

Yuli bekerja menjadi TKW di Taiwan 14 tahun. Di awal-awal jarang berjumpa dengan majikannya Chen karena sang aktor selalu sibuk. “Saya jaga beliau sejak tahun 2014. Sebenarnya dia baik banget menurut saya, karena saya bebas banget disini, mau sholat,mau puasa bahkan kalau bulan puasa sahur ini dia yang bangunin saya,” kenang Yuli yang memanggil majikannya dengan sebutan Papa.

“Karena saya pesan, papa kalau jam setengah 4 bangunin saya ya, aku mau tidur sebentar takutnya kebablasan. Trus saat jamnya sampai dia bangunin, Yuli kamu bangun besok kamu puasa. karena dia gak mau saya tidak makan tidak minum, takutnya sakit,” ucap Chen kala itu.

“Saya inget dia begini, setiap selesai makan dia nanya, Yuli kamu makannya kenyang ga? Jangan sampai tidak kenyang, gak boleh makan gak kenyang, namanya kamu puasa.” Begitu komentar Chen.

Yuli tidak mengetahui dirinya Viral mendapat warisan 1 Milyar saat sang aktor meninggal dunia. Karena saat meninggal, wanita ini sibuk mengurus jasat Chen, antara panik dan sedih.

“Banyak sih yang ngirimin kabar saya dapat warisan. Saat ini itu saya masih ngerawat jenazah majikan saya. Tapi sebenarnya majikan saya ini yang masalah duit itu,dari dulu udah sepakat, udah bilang sama saya, tidak perlu kamu pulang atau di sini saja. Papa ngasih warisan kamu,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Jauh sebelum Chen meninggal dunia, aktor terkenal ini sudah sering menjanjikan pada ARTnya karena dia sudah menganggap Yuli sebagai anaknya.

“Dia memang sudah ngomong dari dulu, sudah iklas sebagai tanda terimakasih. Dulu juga pernah bilang ke wartawan koran Hongkong yang datang kesini, dia ngomong seperti itu, warisan itu sudah pernah di ulas dulu. Jadi memang dari dulu ataupun nanti kamu pulang, aku tetap ngasih ke kamu. Jadi saya tidak begitu terkejut,” papar Yuli.

Yuli mengisahkan dia dekat dengan majikannya saat sang aktor sakit. “Sebenarnya pertama kali juga kita ga begitu dekat. Dekatnya tahun 2016 bulan 4 ke bulan 6, gara-gara majikan saya sering diopname karena penyakitnya.

“Dia sering ngeluh tidak enak badan. Sering rawat inap,” ucapnya.


Hingga pada suatu malam pada pukul 2 pagi, saya lihat majikan saya sudah lemas tak berdaya. Kebetulan yang di rumah cuma kami berdua. Lihat majikan saya sakit begitu saya nekat saja nelpon 119. Tiba-tiba ambulan datang. Papa masih sempat-sempat gak mau di rawat, saya paksa dia agar kita harus ke rumah sakit,”akunya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ambulan pun datang mengangkut Chen yang diikuti Yuli. “Dokter bilang ke majikan saya, untung saja ada Yuli. Kalau tidak kamu sudah tidak tertolong.”

“Kamu itu bernasib baik,kamu harus berterimakasih kepada yuli, kalau terlambat sebentar lagi kemungkinan nyawa kamu tidak tertolong.

” disitu majikan saya ini berubah sama saya, sampai sempat minta maaf ,Yuli aku minta maaf ya karena sebagai majikan sering marah, nah akhirnya dari situ ini kita Deket aku juga gak tau kok ngeliatnya ini kasian karena,disampingnya juga gak ada keluarganya. Dia hidup sendiri,” ucap Yuli.

“Dia bilang kamu jadi anak saya , kamu panggil saya papa.”

Itulah kali pertama majikan dan pembantu semakin dekat.

Seiring waktu kondisi kesehatan Chen semakin memburuk. Tapi Chen tidak pernah mau dirawat di ruang Icu.

“Dia bilang usianya sudah 80 tahun, dia sudah cukup lama hidup di dunia. Jika pun suatu saat dia harus meninggal, dia gak mau banyak selang di tubuhnya,” ungkap Yuli.

Chen kembali harus di rawat. Yuli merasakan kelelahan menjaga majikannya sakit, yang kadang hanya bisa tidur 1 jam tiap malam.

Meskipun seorang yang terkenal, Yuli mengakui jarang ada orang yang menjenguk pria itu saat di rumah sakit.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Iya memang saya sendiri, gak ada orang orang lain. Kadang saya nangis, ini kok selama di rumah sakit berbulan bulan aku sendiri. Ya majikan saya pasti tau ya,sampai dia bilang,papa minta maaf sama kamu ya,karena sudah bekerja keras sekali. Kami sampai nangis berdua di kamar itu karena gimana ya, ya capeklah pastinya, cape banget. Apalagi orang yang udah parah kayak gini gitu sakitnya,” ungkap Yuli.

Dokter menyarankan Chen untuk melakukan cuci darah. “Dokter bilang papa kamu masih bisa hidup 3 Minggu, kalau tidak dicuci darahnya. “Majikan saya gak mau cuci darah.”

Tapi baru 4 hari setelah ucapan dokter, kondisi Chen semakin memburuk. “Majikan bilang aku sudah siap pergi gitu. Dia bilang, minta maaf yuli seumur hidup saya, saya akan mengenang kebaikan kamu. Pokoknya kita sudah kaya bapak anak dan terakhir kali itu, malamnya itu selalu senyum kaya anak bayi . Anak bayi itu kadang kan matanya merem tapi senyum terus. Saya sempat nanyak papa kenapa kamu senyum terus? “Tidak apa apa saya sangat senang,” katanya.

Pukul 12.00 wanita ini masih memberikan majikannya minum susu. “Pukul 3 pagi, Yuli kembali hampiri sang majikan.”Aku balik badannya karena minimal setengah jam beliau harus balik badanya. Ketika di balik badan kok beda ya, tapi dia masih mengenggam tangan saya terus. Selanjutnya dia cekukan 3 kali. Saya sangat bingung saat itu,” ujar Yuli.

Yuli pun memanggil suster dan dokter. Dokter pun segera mengecek kondisi tekanan darah sang aktor.

“Dokter bilang majikan saya sudah meninggal dunia. Saya kaget dan sedih. Tapi dokter bilang kondisi meninggalnya sangat baik, tidak sakit dan menderita,” ungkap Yuli.

Yuli pun menggantikan pakaian Chen, memakainya sepatu dan Jenazah Chen pun dibawa ke ruang Jenazah. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less