Terasa Hingga Timur Jawa, Ini Fakta Gempa Yang Terjadi Di Gunungkidul

BNews–JOGJA- Di Laut Selatan Jawa kembali terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,0 SR. Kejadian tersebut sempat mengguncang lokasi terdekat di Gunungkidul Yogyakarta.

Namun ternyata getarannya terasa hingga Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur. Dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada Rabu (20/1/2020) pukul 03.10 WIB.

Titik gempa berada di koordinat 9,04 Lintang Selatan dan 110,51 Bujur Timur. “116 km barat daya Gunung Kidul, DIY,” tulis BMKG seperti dilihat detikcom, Rabu (20/1/2020).

Berikut ini 6 fakta gempa di Gunungkidul:

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menyebut titik gempa berada di laut dengan kedalaman 17 km. Gempa di Gunungkidul merupakan gempa tektonik di laut, tapi tidak berpotensi tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” kata BMKG.

Getaran Terasa hingga Pacitan

Gempa bumi M 5,0 di Gunung Kidul, DIY, terasa sampai Pacitan, Jawa Timur.

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Pacitan II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan Trenggalek Jatim II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setyo Prayitno, dalam keterangannya, Rabu (20/1/2020).

Bambang menjelaskan gempa di Gunungkidul dirasakan di Pacitan karena letaknya yang tidak jauh dari Kota Pacitan. Adapun Pacitan berbatasan dengan Gunung Kidul.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,91 LS dan 110,57 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 98 km arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 35 km,” katanya.

DOWNLOAD APLKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Belum Ada Laporan Efek Kerusakan Gempa

BMKG mengungkapkan belum mendapat laporan efek kerusakan gempa Gunungkidul.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setyo Prayitno, dalam keterangannya, Rabu (20/1/2020).

Gempa Susulan Belum Termonitor

BMKG mendata, hingga pagi ini, belum ada laporan soal gempa susulan.

“Hingga hari Rabu, 20 Januari 2021 pukul 04.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setyo Prayitno, dalam keterangannya, Rabu (20/1/2020)

Warga Diimbau Hindari Bangunan Rusak

BMKG mengimbau warga tetap tenang menyusul gempa M 5,0 di Gunungkidul.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

BMKG meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa di Gunungkidul. Selain itu, warga diimbau memastikan keamanan bangunan tempat tinggalnya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” tutur Bambang.

DOWNLOAD APLKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ini Analisis Lengkap BMKG soal Gempa Gunungkidul

Berdasarkan analisa BMKG, gempa di Gunungkidul ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip),” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

BMKG menjelaskan gempa di Gunungkidul ini juga merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan adanya aktivitas subduksi. Hal itu didasari lokasi episenter dan hiposenter gempa bumi yang berpusat di laut, tepatnya 116 km barat daya Gunungkidul itu.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi,” tuturnya.

Gempa di Gunungkidul ini terasa di Pacitan dalam skala II-III MMI. Sedangkan di Trenggalek, gempa ini dirasakan dalam skala II MMI.

Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seolah ada truk berlalu.

Gempa di Gunungkidul ini dilaporkan terjadi pada pukul 03.11 WIB. Gempa berpusat di laut, 116 km barat daya Gunungkidul. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: