Terbaru! Cara Cek Penerima Bansos Tahun 2021

BNews—NASIONAL— Kementrian sosial terus memperbarui data penerima bantuan sosial. Daftar penerima untuk bulan april 2021 dapat dilihat melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.

Bantuan sosial sendiri terdiri dari program Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dilansir dari akun Instagram @kemensosri, Rabu (28/4/2021), dalam konferensi pers pada 21 April 2021, Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan bahwa pihaknya sedang memperbaiki integritas DTKS.

Hal tersebut untuk memastikan seluruh data memiliki identitas tunggal dan Nomer Identitas Kependudukan (NIK) yang padan dengan data kependudukan.

Kemensos resmi meluncurkan New DTKS, yang mana akan ditetapkan sekurangnya setiap bulan. Guna memastikan integritas data sekaligus mengakomodasi dinamika sosial masyarakat.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Berikut Cara Akses cekbansos.kemensos.go.id:

  1. Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
  2. Masukkan data Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.
  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
  4. Masukkan kode pada kolom.
  5. Pastikan semua data yang dimasukkan sudah benar, kemudian klik tombol “cari”.

Sistem akan mencocokan Nama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan wilayah yang diinput serta membandingkan dengan nama yang ada dalam database Kemensos.

Publik terbuka luas untuk memantau data penerima bansos PKH, BPNT, BST yang berakhir April. Dalam New DTKS tersebut, disediakan dua sisi yaitu seseorang yang berhak maka akan difasilitasi mengusulkan dirinya untuk menerima bantuan.

”Di sisi lain, bagi penyanggah akan disembunyikan beberapa nomor handphone di belakangnya untuk memberikan keberanian. Jika ada perbedaan data akan dibantu dengan melibatkan pihak perguruan tinggi,” Mensos, Tri Rismaharini. Dilansir dari Kemensos.go.id.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Hasil New DTKS, kata Risma, ada 21.156 juta data ‘ditidurkan’ yang sudah dilakukan pengontrolan dengan melibatkan lembaga BPK, BPKP, KPK, Kejaksaan Agung, serta kepolisian.

Risma menyebut data yang  ‘ditidurkan’ itu terjadi karena beberapa kondisi. Yakni ada nama ganda, ganda menerima bantuan. Sesuai aturan, bila menerima PKH dan BPNT bisa, namun penerima BST tidak bisa menerima jenis bantuan yang lain.

“Menerima PKH dan BPNT bisa, tapi jika menerima BST tidak bisa menerima bantuan yang lain, serta jika terjadi ganda akan ambil 1 data saja,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: