Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Komplek Pemakaman dan Sekolah di Muntilan Terdampak Jalan Tol Jogja-Bawen

Komplek Pemakaman dan Sekolah di Muntilan Terdampak Jalan Tol Jogja-Bawen

  • calendar_month Sen, 11 Sep 2023

BNews-MAGELANG– Banyak lahan dan tak sedikitnya bangunan di wilayah Magelang terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen. Diantaranya dua komplek pemakaman dan satu masjid dan gedung sekolah di Desa Sriwedari, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang ikut terdampak.

Masyarakat setempat tidak keberatan maupun protes, mereka legawa dan kini tengah sama-sama mencari tanah pengganti untuk membangun ulang keempat fasilitas umum tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang mempermasalahkan, lancar semua menerimanya dan untuk sampai saat ini tahapan-tahapan itu dari masyarakat sementara ini untuk mencari menunjuk calon pengganti tanah,” ujar Kepala Desa Sriwedari Edi Nugroho tempo hari dikutip tribun jogja.

Edi menuturkan, dua makam yang akan dibongkar itu adalah makaM Dusun Ngomon Kidul dengan luas 900 meter persegi; dan Dusun Ngomon Lor yang luasnya hampir dua kali lipat, yakni 1700 meter persegi.

“Yang Masjid itu namanya Al Farobi, jamaahnya sekitar 200, kemudian yang sekolah itu yang terdampak adalah Sekolah MI Muhammadiyah Sriwedari,” beber dia.

Sebelum dirubuhkan, Edi menyebut proses pembebasan masih di tahap pencarian tempat pengganti. Proses itu langsung dikomandoi Kementerian Agama dengan didampingi tokoh agama dan masyarakat.

“Jadi belum 100 persen rampung,” tegas dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, lahan makam diperkirakan bakal segera dipindah, lokasinya tidak jauh dari yang sebelumnya. Dari rencana yang diketahui Edi, makam tersebut akan ditempatkan sekitar barat jalan tol.

“Untuk sekarang masih digunakan, sampai saat ini makam digunakan untuk bagi warga yang meninggal. Bahkan kemarin saja baru kurang dari seminggu ada yang meninggal tetap dimakamkan di situ, tapi nanti setelah ada pengganti, tetap kami beli tanahnya,” ungkap dia.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani mengatakan, pembayaran UGR Desa Sriwedari merupakan masuk tahap ketiga.

Rinciannya sebanyak 21 bidang tanah dibebaskan dengan menghadirkan 50 ahli waris.

“UGR yang kami bayarkan kemarin mencapai Rp 17,4 miliar,” kata A Yani. (*/dikutip dari Tribun Jogja)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less