Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tim PPMT Unimma di Girikulon Magelang Ajak Warga Kelola Sampah Organik Jadi Kompos

Tim PPMT Unimma di Girikulon Magelang Ajak Warga Kelola Sampah Organik Jadi Kompos

  • calendar_month Sen, 22 Agu 2022

BNews—MAGELANG— Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggelar Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terpadu (PPMT) periode ke-5. Salah satu program yang digagas empat mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan satu mahasiswa manajemen adalah pemanfaatan sampah organik menjadi kompos di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Kegiatan PPMT periode ini diikuti beberapa kelompok mahasiswa, salah satunya kelompok PPMT Girikulon yang terdiri dari lima anggota yakni Afta, Rizal Wahyu, Adrian Maulana, Kukuh Yudo dan Choridatul Nadhiroh. Kegiatan PPMT ini dimulai sejak Juli 2021 lalu.

Ketua dari PPMT Girikulon, Nuryanto, S.T., M.Kom. yang merupakan dosen FT mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud pengabdian pada masyarakat. Sekaligus upaya untuk mengurangi penumpukan sampah.

Kelompok PPMT Girikulon ini bekerjasama dengan TPA yang berada di desa setempat. TPA Girikulon sendiri adalah Tempat pembuangan akhir dari beberapa desa disekitar  yang berfokus pada pengambilan sampah keliling dan pembakaran sampah.

Kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut di antaranya memperkenalkan pemanfaatan sampah organik kepada masyarakat. Yakni dengan melakukan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos.

”Kelompok PPMT Girikulon mengadakan sosialisasi pelatihan dan pendampingan untuk pengolahan sampah tersebut,” kata Nuryanto.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dia menjelaskan, sampah yang diolah tersebut berasal dari TPA Girikulon. Sampah tersebut dipilah, antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang nantinya akan digunakan sebagai kompos.

Langkah pertama cacah sampah organik rumah tangga (bisa sisa makanan atau bekas sayuran dan buah) hingga hancur atau berukuran kecil tambahkan tanah sebagai inokulan yaitu proses pemindahan mikroorganisme.

Kedua, masukan sampah rumah tangga dan tanah yang sudah dicampur menggunakan sarung tangan, untuk komposisinya 1:1 ke dalam wadah pengomposan berukuran besar yang sudah dilubangi.

Ketiga, tambahkan larutan aktivator berupa EM4 dan air bekas cucian beras ke dalam wadah pemgomposan. Proses fermentasinya memerlukan waktu kurang lebih 1-2 minggu.

Kompos yang sudah jadi siap digunakan, bisa dilakukan pengayakan dan pemgemasan untuk skala usaha. Kompos yang baik berwarna cokelat kehitaman, berbau tanah, dan berbutir halus.

 “Dengan adanya kegiatan Program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) dari Unimma ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan para mahasiswa untuk bersosialisasi dan membantu masyarakat dalam pemanfaatan sampah” ujar Nuryanto.

Kepala TPA Girikulon, Sulisyo menyebut, dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat ini telah membantu masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Ia juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan TPA dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi kompos dari sampah organik.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada kelompok PPMT atas pelatihan dan bantuannya. Dengan program ini kami dapat memanfaatkan sampah organik menjadi kompos yang langsung bisa digunakan untuk memupuk semua jenis tanaman dan membuka peluang untuk membuka usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua kelompok PPMT Girikulon, Afta dan para anggotanya berharap, pemanfaatan sampah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap kepada masyarakat agar bisa terus memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Selain membuka peluang usaha, juga bisa melatih masyarakat hidup bersih, sehingga tingkat kesehatannya meningkat,” kata Afta. (adv)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (2)

  • Syahrul

    Mohon maaf bisa lebih diatur lagi tatanan web nya soalnya di pc tidak bisa membaca berita karena tertutup berita lain, terimakasih

    Balas23 Agustus 2022 14:36
    • BNews 2

      terima kasih pesannya. website sedang porses migrasi template, terdapat beberapa bug yang sedang dalam penanganan

      Balas23 Agustus 2022 17:03

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less