Tipu Gadis Sleman Luar Dalam, Driver Ojek Online Diciduk di Malang Jawa Timur

BNews—JOGJAKARTA— Buaya darat ternyata tak hanya mitos, namun juga muncul di dunia nyata. Seorang gaids yang kos di Sleman ini menjadi korban kejahatannya.

Korban adalah NS, 29, warga Semanu Gunungkidul yang kos di Sleman kehilangan uang Rp 20 juta. Tak hanya ditipu, ia juga rela dipacari dan ditiduri oleh buaya darat berinisial IW, 29, warga Malang, Jawa Timur.

Berkat kesigapan petugas Polsek Sleman, buaya darat itu akhirnya dibekuk. Dari penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti handphone dan kartu ATM.

”Pelaku kita tangkap di Malang, ketika pulang dari narik ojek online. Uang hasil kejahatan sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Kapolsek Sleman Kompol Irwiantoro, diwakilkan Kanit Reskrim Iptu Eko Haryanto kepada wartawan, Jumat (27/8).

Eko menjelaskan, kasus itu diawali saat pelaku dan korban saling berkenalan di salah satu tempat di daerah Sleman. Saat itu korban yang bekerja di sebuah yayasan mencari dermawan yang mau membantu, kebetulan bertemu pelaku.

Sejak perkenalan itu, pelaku sering memberikan uang sumbangan kepada korban untuk keperluan yayasan. Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya semakin dekat bahkan mereka ini menjalin hubungan kekasih.

”Mereka juga tinggal di rumah kos selama sebulan dan berhubungan layaknya suami istri,” kata Eko.

Lantaran terkena bujuk rayu IW, korban menuruti segala permintaan pelaku, termasuk saat diminta merental sepeda motor Honda Vario. Dengan memakai nama korban, motor itu kemudian disewa. Namun usai mendapatkan motor matik tersebut itu, pelaku kabur ke Malang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Di Malang, motor dijual Rp6 juta,” ucapnya.

Meski pelaku sudah meninggalkan Jogja, namun keduanya tetap menjalin komunikasi dengan baik. Korban tak menaruh curiga jika sedang dibohongi lantaran pelaku berjanji akan pulang ke Sleman.

Tak berselang lama, bahkan pelaku juga memperdaya korban dan meminta uang. Pelaku ini telepon korban minta uang dengan dalih Ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya perawatan.

”Pelaku juga mengaku ibunya sudah meninggal dan minta uang untuk biaya pemakaman,” terangnya.

Tanpa curiga sedikitpun, korban mengirimkan uang seperti yang diminta. Dengan harapan sepeda motor yang dibawa pelaku juga dikembalikan.

Hingga akhirnya total uang yang ditransfer korban mencapai Rp20 juta. Korban baru curiga saat pelaku tak bisa dihubungi lagi. Setelah putus kontak dengan pelaku, korban pun melapor ke Polsek Sleman.

Dari laporan itu, petugas lantas melakukan penyelidikan. Tak ada kesulitan bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku karena dia mengenalnya.

Polisi pun langsung melacak pelaku di daerah asalnya di Malang. Sampai akhirnya pelaku berhasil diamankan.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku juga mengakui perbuatannya. IW langsung digelandang ke Polsek Sleman untuk menjalani proses hukum.

”Modus pelaku yakni dengan memacari korban kemudian menguras barang-barang berharga miliknya. Pelaku ini seorang residivis kasus perjudian di Malang,” tegasnya. (ifa/han)

Sumber: Harian Merapi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: