Tolong…Gadis Yatim Asal Bandongan Ini Harus Transfusi Darah Rutin

BNews—BANDONGAN— Seorang gadis berumur 13 tahun ini sungguh memprihatinkan. Qoria Inaya, 13 gadis asal Dusun Nganti Desa Sukodadi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang sudah dua pekan lebih tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

 

Gadis yang masih duduk di bangku kelas 7 Sekolah Menengah Pertama ini tergolek lemah di Rumah Sakit Lestari Raharja Kota Magelang. Badanya kurus dan harus mendapat bantuan selang infus karena dehidrasi dan hemoglobin sangat rendah.

 

Ibunya Siti Rosikhah, 44 merawat selama ini di bangsa Graha III. Dari keterangan salah satu pengurus lembaga sosial Lazismu Magelang Romadhon mengatakan, bahwa gadis ini telah dirawat sejak 24 April 2018 lalu. “Dari hasil diagnosa dokter, Qoria kekurangan cairan tubuh akut (dehidrasi) disertai tensi rendah dengan denyut nadi cepat dan suhu tubuh tinggi,” katanya.

 

Romadhon juga menjelaskan bahwa gadis tersebut adalah anak yatim, ayahnya sudah meninggal dunia sejak dia berusia 7 tahun. “Ibunya hanya seorang buruh tani, hidupnya serba kekurangan namun dia tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), padahal dia harus melakukan transfuse darah secara berkala,” imbuhnya.

 

“Gadis ini sungguh sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk membantu, kami dari Lazismu sudah mulai berherak mengumpulkan donasi,namun hingga saat ini belum dapat menutup biaya perawatan,” paparnya.

 

Ditambahkan oleh Romadhon bahwa gadis ini tidak hanya membutuhkan bantuan dalam penyebuhan penyakitnya. “Kita juga berpikir kedepannya jika gadis ini sudah sembuh maka dibutuhkan orang tua asuh untuk membantu pendidikannya jangan sampai putus sekolah,” tandasnya.

 

Sementara Kepala Dinas Sosial; Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti langsung melakukan tinjauan langsung keberadaan gadis tersebut setelah mendapat informasi. “Ini merupakan kunjungan silaturahmi untuk memberikan dukungan moril dan mendapat informasi langsung dari ibunda tentang kondisi keluarganya. Alhamdulillah juga sore ini ananda Qoria sudah boleh pulang,” katanya.

 

Setelah menemui pihak keluarga, lanjut Retno, didapatkan informasi mereka memang belum masuk dalam daftar Basis Data Terpadu (BDT). BDT adalah sistem data elektronik yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan demografi dari individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia.

 

“Memang keluarga tersebut belum masuk dalam daftar BDT, untuk hal tersebut kami tugaskan teman TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Bandongan untuk tindak lanjut pengusulan dari tingkat desa,” lanjutnya.

 

Terkait mengenai biaya perawatan rumah sakit, Retno menjelaskan hal tersebut juga akan dibantu dari Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Magelang. “Namun, bila ada kekurangan (biaya) dapat diusulkan bantuan dari bansos (bantuan sosial) tidak terencana. Kami juga berharap semoga Qoria dapat segera sehat kembali dan melanjutkan sekolahnya,” pungkasnya. (bsn)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: